“Trolls: World Tour” Ketika Semua Musik Bermula Dari Hati

Oleh: Zidna Nabilah

Musik selalu dapat mengambil bagian penting dalam diri setiap orang, membuat siapapun yang mendengar akan merasa bahagia. Sesungguhnya musik bukan hanya sekedar serangkaian nada dan suara, melainkan juga wujud ekspresi dari emosi manusia.

Tidak heran apabila jenis musik yang ada di seluruh dunia hingga kini begitu beragam, mereka memiliki ciri dan karakter khas sebagai jati diri masing-masing. Sejarah musik bahkan sudah dimulai sejak zaman purbakala, di mana musik digunakan sebagai alat atau bahan dalam ritual penyembahan pada saat itu.

Mengingat bagaimana keajaiban yang dapat dilakukan musik, dan bagaimana musik bisa menyatukan semua orang, maka menonton film berjudul “Trolls: World Tour” ini menjadi pilihan yang tepat.

Tidak hanya karakter animasi yang menggemaskan dan lucu, namun kisah dan alur dari film ini akan membuat penontonnya merasa enjoy dan tidak bosan hingga akhir cerita. Kita akan diperdengarkan berbagai macam musik, yang akan mengingatkan kita bahwa dunia sebenarnya sangat luas dan tentu akan ada berbagai macam musik yang mewarnainya.

Troll World Tour ini merupakan sekuel dari film animasi musical Troll (2016) yang kemudian dirilis secara digital melalui platform VOD (Video on Demand) pada tanggal 10 April 2020. Film ini sangat berwarna dan imajinatif, cocok untuk semua umur terutama anak-anak.

Film ini disutradarai oleh Walt Dohm dan David P. Smith, dan bahkan penggarapan film ini melibatkan sejumlah bintang terkenal seperti Rachel Bloom, Mary J. Blige, Kelly Clarkson, Anthony Ramos Sam Rockwell, dan girl K-pop Redvelvet sebagai pengisi suara.

Tidak khayal jika film ini berhasil meraih predikat debut film digital terbesar sepanjang masa dan film paling banyak di pre-order. Film ini juga menjadi salah satu film besar yang benar-benar tayang sesuai dengan jadwal di bioskop, di saat film-film lain mundur.

Film Trolls ini merupakan tipe film yang sangat cocok ditonton saat bosan atau suntuk, sebagaimana tujuan film ini yang memang untuk menghibur para penontonnya. Selain itu, anak-anak akan dibuat senang saat menontonnya, karena film ini dipenuhi dengan warna-warni yang indah dan penuh dengan nyanyian.

Sebelumnya, Dreamswork juga telah merilis film animasi dengan judul yang sama yaitu “Trolls”. Dalam film tersebut, menceritakan tentang dua makhluk yaitu Bergens dan Trolls, di mana Bergens adalah makhluk yang selalu sedih dan cemberut.

Mereka meyakini bahwa kebahagiaan bisa dirasakan apabila mereka memakan troll setiap tahun dalam perayaan yang dinamakan Trollstice. Sebailknya, Trolls adalah makhluk kecil warna-warni yang hidupnya selalu dipenuhi dengan kebahagiaan, tarian, nyanyian dan pelukan pada waktu-waktu tertentu.

Tidak jauh dari cerita dalam film pertamanya yaitu Trolls, film kedua ini menceritakan tentang kehidupan Trolls itu sendiri. Jika sebelumnya kita tahu bahwa Trolls suka bernyanyi dan menari setiap waktu, ternyata ada Trolls lain yang juga melakukan hal yang sama.

Film ini berawal dari tokoh utama yaitu Poppy (ratu dari pop-trolls) yang mendapatkan sebuah undangan dari Barb (ratu dari rock-trolls). Undangan itu sebenarnya adalah untuk merebut semua senar musik dari seluruh suku Trolls lainnya, dan Ratu Barb ingin menyatukan mereka dengan satu jenis musik yaitu Rock.

Dalam film ini dikisahkan bahwa dalam sejarah di Trolls Kingdomterdapat enam suku yang berbeda-beda, yaitu: Troll Techno, Troll Country, Troll Funk, Troll Klasik, Troll Rock dan yang terakhir adalah suku Troll Pop. Semua suku ini mencerminkan jati diri musik yang mereka sukai, dan menunjukkan perbedaan diantara mereka.

Setelah Poppy mengetahui hal tersebut dari ayahnya, ia justru berkeinginan untuk bertemu dengan Ratu Barb dan menyatukan semua TrollsPoppy berbicara dengan lantang bahwa tidak seharusnya kita menilai buruk seseorang yang bahkan belum pernah kita temui. Akhirnya ia pun tetap pergi dengan diam-diam dan membayangkan akan ada a big party for all of trolls ‘pesta besar untuk semua trolls.

Hingga sahabat baiknya yaitu Branch menemukannya dan mencoba menasehatinya agar ia mau mendengarkan nasehat ayahnya. Namun bukan ratu Poppy jika ia tidak memiliki pendirian dan keyakinan yang kuat, tentu ia akan selalu pantang menyerah hingga apa yang menurutnya benar terjadi.

Menjadi ratu berarti mempunyai banyak kekuatan. Dan sudah tugasku untuk menggunakannya pada kebaikan. Aku tak bisa tinggal diam ketika aku tahu ada dunia yang penuh dengan Troll seperti kita diluar sana” jelas Poppy pada Branch.

Karena Branch tidak ingin membuat sahabat terbaiknya pergi sendirian, ia memutuskan untuk ikut dan berjuang bersamanya. Dengan penuh keyakinan, Poppy masih membayangkan bahwa jika semua Trolls Bersatu itu artinya semua Trolls akan hidup dalam harmoni. Dan apa yang lebih penting dari hidup dalam harmoni?

Keberangkatan mereka adalah awal dari petualangan luar biasa yang tidak terlupakan, di mana Poppy dan sahabatnya itu dapat menemukan bagaimana dan seperti apa karakter musik dari selain jenis musik mereka yaitu pop.

Selain keindahan music ini, ratu dari Pop-troll juga baru menyadari bahwa Ratu Barb benar-benar ingin menghancurkan semua jenis musik troll dan menyatukannya dengan jenis musik rock. Ia pun membuat rencana untuk menghentikan Barb dengan meminta bantuan dari raja dan ratu para troll lainnya.

Namun apa boleh buat, perjalanan Poppy nyatanya tidak semudah yang dibayangkan. Banyak rintangan juga perdebatan antara sahabat bahkan teman-teman yang masih meragukan keteguhan Ratu dari pop-trolls.

Singkat cerita, kisah ini berakhir dengan bahagia. Seluruh senar musik dari keenam troll akhirnya bukanlah satu-satunya hal yang dapat menyatukan para troll. Karena sebenarnya musik ada di dalam diri setiap troll, dan kita hanya perlu memanggilnya untuk menciptakan musik yang indah.

Film ini mengajarkan kepada siapapun yang menontonnya belajar tentang toleransi sekaligus menghargai orang lain yang berbeda dengan kita. Bagi anak-anak, cerita ini bisa membuka wawasan mereka terhadap musik dengan cara sederhana dan tidak membosankan.

Selain itu, karakter dari tokoh-tokoh yang ada di dalamnya juga memberikan contoh yang patut menjadi teladan. Seperti halnya Poppy yang memiliki sikap berani dan selalu berpikir positif, dia juga tidak mementingkan egonya dan lebih mementingkan kebaikan bersama.

Walaupun banyak rintangan menghadangnya, namun ia juga pantang menyerah dan terus berusaha. Sosok Branch juga memberikan kita contoh untuk bagaimana seharusnya sahabat yang baik bersikap, di mana terkadang kita juga harus mengingatkan mereka saat ia melakukan kesalahan.

Tidak meninggalkan sahabat kita walau dalam keadaan sulit, dan satu hal lagi adalah terkadang kita harus mengambil sedikit waktu untuk mencoba mendengarkan orang lain. Karena kita adalah manusia, tentu tidak akan luput dari kesalahan atau melakukan hal yang tidak seharusnya.

Keenam bangsa troll yang berbeda rupa karena ras dan golongan akan mengajarkan kita untuk mengormati dan mengenali perbedaan dengan lebih bijaksana. Berbicara tentang musik, sesungguhnya semuanya adalah tentang selera dan setiap orang tentu memiliki kesukaannya masing-masing.

Hal semacam itu tidak seharusnya dipaksakan untuk sama, justru dengan adanya perbedaan akan memunculkan harmoni yang lebih hebat dibandingkan berjalan sendirian. Film ini juga menunjukkan bahwa setiap musik itu penting, karena mereka semua berasal dari hati.

Maka mulai dari sekarang, mari sama-sama belajar untuk berdampingan dengan selera orang lain. Jangan terperangkan dengan kata “perbedaan” dan membuat benteng untuk diri kita sendiri. Sesekali dengarkanlah orang lain hingga selesai, dan cobalah untuk memahami apa yang sedang diutarakan.

Banyak dari kita yang masih saja bersikap seperti Poppy, di mana kita cenderung mendengarkan orang lain dengan tujuan untuk menjawabnya saja bukan memahami. Dari sinilah terkadang banyak kesalah-pahaman terjadi, dan akhirnya memicu kita untuk menjunjung ego lebih dulu.