Hidup Sehat Dengan Puasa Ramadhan

 Oleh: Sylvia Rizky Anissa Noviana

Marhaban yaa Ramadhan!

Tok, tok, tok. Assalamualaikum. Gimana nih puasa hari ini? Masih pada kuat kan? Alhamdulillah kita masih diberi kesehatan dan kekuatan untuk menemui bulan yang paling ditunggu-tunggu setiap tahun, apalagi kalau bukan bulan Ramadan. Apa sih bulan Ramadhan itu? Apa kewajiban yang harus dijalankan pada bulan itu? Allah SWT berfirman dalam al - Qur’an,

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُون

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183).

Bulan Ramadhan adalah bulan suci Umat Islam, dimana kita diwajibkan berpuasa selama satu bulan penuh. Berpuasa adalah ibadah yang diawali dengan sahur pada dini hari, serta diakhiri dengan berbuka saat adzan Magrib berkumandang.

Tanpa tubuh yang sehat kita tidak akan bisa menjalankan puasa dengan maksimal, begitupun dengan amalan-amalan lainnya seperti solat Tarawih, Tadarus, I’tikaf, dan Qiyamul Lail pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan.

Ramadhan di setiap daerah memiliki keunikannya masing - masing. Namun, tahun ini kita memiliki kesamaan yaitu dilanda COVID-19 yang tak berkesudahan. Tidak hanya Indonesia, dunia pun merasakan akibat pandemi ini. Sensasi Ramadhan memang berbeda, namun semangat beribadah harus tetap terjaga. Karena janji Allah akan pahala ibadah di bulan ini berlipat ganda.

Berpuasa berarti menahan makan, minum, dan hawa nafsu, dengan kata lain kita tidak dapat mengisi perut sewaktu-waktu seperti hari biasanya. Lantas bagaimana jika kita merasa lapar dan haus di siang hari?

Ada satu hal yang dapat kita lakukan, tidak lain adalah memperbaiki pola makan sahur dan berbuka. Dengan melakukan kebiasaan makan yang baik dan benar, tentu nutrisi untuk tubuh tercukupi dan kita tidak akan mudah lapar.

Seorang dokter sekaligus pendakwah, praktisi pengobatan sunnah Indonesia, bahkan penggagas Jurus Sehat Rasulullah yaitu dr. Zaidul Akbar, berbagi tips makanan yang baik dikonsumsi agar tetap kuat dan tidak lemas saat berpuasa. Berikut tips yang bisa dipratikkan di rumah antara lain:

Menu Santap Sahur

  • ⅓ porsi sayur dan buah, ⅓ porsi biji-bijian, ⅓ porsi protein.
  • Mengurangi konsumsi makanan yang dapat menimbulkan masalah dalam tubuh, seperti gula pasir, tepung, nasi putih, makanan berbasis susu, minyak goreng.

Menu Berbuka

  • Buah
  • Teh rempah
  • Sayur bening/ sayur kukus
  • Kacang-kacangan

Jenis makanan di atas bukanlah suatu kewajiban, namun menjadi lebih baik jika ada dalam daftar menu sahur atau buka puasa, baik selama Ramadhan atau setelahnya. dr. Zaidul Akbar menekankan, Apa yang Anda makan hari ini, akan jadi tabungan 5-10 tahun ke depan”.

Dengan berpuasa dan makan sesuai jurus sehat Rasulullah, beliau meyakini bahwa tubuh tidak akan lemas meski berpuasa seharian. Justru, mendapat hasil maksimal berupa kesehatan yang prima.

Namun, seringkali kita merasa kantuk untuk sekedar bangun dan menyantap sahur. Apakah baik meninggalkan sunnah sahur? Dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu berkata, Rasulullah SAW bersabda,

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحور بَرَكَةٌ 

“Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam sahur terkandung barakah.” (HR Al Bukhari: 1923, Muslim: 1095)

Hadits tersebut tidak menyebutkan suatu kewajiban, namun lebih baik jika kita melaksanakannya demi mendapatkan keberkahan. Sahur juga merupakan sumber energi bagi orang yang berpuasa. Maka saat sahur dianjurkan mengkonsumsi makanan sehat, bergizi, dan bernutrisi cukup.

Eits, tunggu dulu. Ternyata makanan aja gak cukup membuat tubuh menjadi prima saat berpuasa. Bisa dibilang, kalau mau sehat dan kuat harus totalitas, jangan setengah-setengah.

Lalu, tips apalagi yang penting untuk menghadapi puasa? Dilansir dari website penyedia layanan kesehatan, SehatQ terdapat beberapa tips menjaga kebugaran saat berpuasa. Yuk, kita cek satu persatu.

Cukupi Kebutuhan Air Putih

Berpuasa tidak mengurangi kebutuhan minimal air putih dalam tubuh manusia, yakni sebanyak 2 liter atau sekitar 8 gelas berukuran 230 ml per hari. Siklus waktu yang berbeda tak menjadi halangan untuk mengurangi takaran ini. Karena kekurangan air dapat menyebabkan dehidrasi. Maka cukupkan kebutuhan ini saat berbuka sampai waktu menjelang imsak.

Semangat Beraktivitas

Berpuasa bukanlah alasan untuk bermalas-malasan dan rebahan seharian. Para ahli menyarankan untuk tetap beraktivitas untuk menjaga agar tubuh tetap fit. Karena dengan aktivitas ini dapat membantu melupakan rasa lapar. Namun jangan mengerahkan semua tenaga agar tetap kuat hingga waktu berbuka tiba.

Berbuka Secukupnya

Saat tiba waktu berbuka, kebanyakan orang cenderung kalap dan memakan semua makanan yang terhidang di meja. Hal ini dapat menimbulkan perut kembung, kelelahan, bahkan mengantuk setelah makan.

Berolahraga Ringan

Bolehkah berolahraga saat berpuasa? Jawabannya adalah boleh, asalkan olahraga dilakukan dengan intensitas ringan minimal 20 menit per sesi. Selain itu, sebaiknya dilakukan dengan frekuensi rutin, yaitu antara 4 - 5 sesi per minggu. Jenis olahraga dapat disesuaikan dengan kekuatan serta kebutuhan. Misalnya cardio calisthenic atau jogging. Namun perlu diwaspadai jika kesalahan memilih jenis olahraga dan waktu dapat menimbulkan ancaman hipoglikemia, dehidrasi, dan ambang laktat yang mudah tercapai.

Pernahkah kalian berpikir mengapa kita diwajibkan berpuasa Ramadhan? Apa ada manfaatnya? Jangan salah teman, ternyata selain perintah dan kewajiban agama, berpuasa memiliki banyak manfaat.

Menurut praktisi kesehatan yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Dr dr H Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, berikut deretan manfaat puasa Ramadhan:

Menurunkan Berat Badan

Frekuensi makan dalam satu hari saat berpuasa menjadi berkurang, lebih sedikit dari hari biasanya. Pembatasan kalori ini memiliki manfaat bagi tubuh, yaitu lebih mudah menghancurkan lemak serta mengurangi radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh. Dengan demikian berat badan, kadar gula, serta lemak menjadi berkurang selama bulan Ramadan.

Tubuh Menjadi Lebih Sehat

Bagi para perokok, puasa dapat menjadi alasan untuk berhenti sejenak. Hal ini menjadi keuntungan yang mungkin mereka tidak sadari, karena membuat tubuh menjadi lebih sehat dan penyakit lebih mudah dikontrol.

Makan Lebih Teratur

Pengidap penyakit maag seringkali mengalami kambuh jika waktu makan tidak teratur. Selama bulan puasa hal ini jarang terjadi, karena waktu makan menjadi lebih teratur yaitu saat sahur dan berbuka.

Lebih Mudah Mengendalikan Diri

Manfaat lain dari berpuasa adalah dapat mengontrol hawa nafsu dan amarah. Karena dua hal tersebut jika dilakukan dengan sengaja maka akan membatalkan ibadah puasa itu sendiri. Maka jika ada sesuatu yang menyudutkan kita melakukan hal tersebut, segera ucap istighfar dan mengingat Allah sebanyak-banyaknya agar amarah dan nafsu kita mereda.

Gimana teman-teman? Setelah baca tips di atas jadi makin semangat menjalani Ramadhan ini? Jangan lupa dilakukan ya, agar ibadah puasa kita maksimal serta ibadah-ibadah sunnah lainnya. Semoga kita dapat mencapai puncak Ramadhan ini dan mencapai kemenangan yang fitrah, serta dapat dipertemukan di Ramadhan berikutnya. Aamiin ya rabbal ‘alamin.

Salam Ramadhan !