Tetap Sebut Kemenangan Di Masa Pandemi Covid-19

ad+1

by. Ira Risdiana Dewi 

“Selama banteng-banteng indonesia, masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih menjadi merah dan putih, maka jangan mengharap bangsa Indonesia akan menyerah”

-Bung Tomo.

Berkiprah terhadap sejarah tidak akan pernah lepas dari kehidupan manusia, termasuk dalam kehidupan kita. Sejarah dapat berupa apa saja, pengalaman atau peristiwa yang sedang terjadi pada masa lampau pun merupakan bentuk sejarah. Dan salah satu peristiwa penting yang perlu diketahui adalah sejarah kemerdekaan Indonesia. Indonesia memiliki banyak sekali sejarah penting yang terlahir dari pahlawan-pahlawan besar yang telah memerdekakan bangsa Indonesia itu sendiri. Pada tanggal 17 Agustus 1945 menjadi hari bersejarah bagi bangsa Indonesia dengan dibacakannya teks proklamasi kemerdekaan oleh sang proklamator Ir. Soekarno.

Pada masa sebelum Indonesia merdeka, para proklamator beserta rakyat Indonesia telah melalui fase yang sangat panjang untuk memerdekaan bangsa Indoneisa. Tepat pada tanggal 18 Agustus 1945, akhirnya PPKI mengambil keputusan untuk mengesahkan pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dengan begitu, Indonesia telah resmi ditetapkan sebagai negara merdeka serta kedaulatan berada ditangan rakyat. Dari peristiwa tersebut, tentu kita sebagai bangsa Indonesia paham dan turut merasakan betapa beratnya perjuangan yang telah  ditempuh para pejuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Hingga tanpa disadari kita telah memasuki bulan agustus yang bertepatan pada hari lahirnya kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 2020 yang ke-75 ini. Setiap tahun warga negara Indonesia selalu antusias memperingati tradisi dan momentum tersebut, entah dengan menggelar upacara bendera, membuat berbagai macam lomba, maupun dengan mengadakan do’a bersama di daerah atau wilayah  masing-masing. Akan tetapi, ada yang membedakan tahun ini dengan tahun sebelumnya. Apakah itu? Perbedaan adalah peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang tidak seramai dahulu.

Peringatan hari kemerdekaan Indonesia tahun 2020 ini justru hanya digelar di beberapa tempat saja, bahkan dengan mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dan tentunya menjaga jarak dengan orang lain. Selaku Menteri Sekretaris Negara, beliau mengeluarkan kebijakan untuk membatasi jumlah peserta upacara secara terbatas dan menghimbau masyarakat agar tetap berpartisipasi di lingkungan masing-masing. Pembatasan tersebut tidak lain bertujuan untuk meminimalisir penularan covid-19 yang masih dikhawatirkan akan terus terjadi penularan. 

Beri aku 1000 orang tua niscaya akan ku cabut gunung semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda niscaya akan ku guncangkan dunia

- Ir.Soekarno.

Ungkapan Ir.Soekarno diatas, sudah menjadi kewajiban kita sebagai warga negara Indonesia (terutama generasi muda penerus bangsa) untuk menanamkan karakter yang kuat dalam diri, dedikasi yang tinggi serta semangat nasionalisme yang membara, juga memperkokoh jiwa persatuan dan kesatuan bangsa. Harapan saya selaku pemuda Indonesia, adalah ikut serta menegakkan kesadaran serta mencintai keberagaman antar sesama, tidak mengikutsertkan perbudakan kerangka egosentris yang dimiliki. __Sekian__

0 Comments: