Remember Me Iringi Kisah COCO

ad+1

 


COCO

"Dia alasanku menyeberangi jembatan. Aku ingin bertemu lagi dengannya. Harusnya aku tak meninggalkan Santa Cecilia. Kuharap aku bisa memberitahunya kalau papanya berusaha pulang. Bahwa papanya sangat menyayanginya. Coco-ku".

Film ini tidak hanya mengisahkan tentang seorang anak kecil bernama Miguel, namun juga seluruh anggota keluarganya. Dimana keluarga ini sampai-sampai dijuluki keluarga Rivera---pembuat sepatu selamanya. Namun, kisah ini tidak sesederhana yang dibayangkan, karena dibalik nama keluarga tersebut ternyata memiliki history yang sangat panjang. Jadi, bagi kalian yang menyukai film kartun dan juga berbumbu fiksi, Aku rasa film dari Pixar animations studios ini patut kalian cantumkan dalam daftar kalian. Karena tidak hanya petualangan dan visualisasi yang menarik, namun juga pesan kehidupan yang sesuai dengan keluarga.

Dalam cerita ini, Miguel adalah pemeran utama dalam film. Kalian akan mendengar history tentang bagaimana keluarganya bisa menjadi pembuat sepatu darinya. Awalnya, nenek buyut (biasa dipanggilnya Mama Imelda) dan juga kakek buyutnya adalah seorang musikus. Mereka sangat mencintai musik, bahkan selalu menyanyi dan menari bersama setiap waktu bersama putrinya. Tetapi, pada suatu ketika kakek buyutnya meninggalkan keluarganya dan mengatakan bahwa ia ingin bernyanyi untuk dunia. Mungkin itu terdengar luar biasa, tapi sayangnya ia tak pernah kembali setelahnya dan membuat Mama Imelda merasa sakit hati. Setelah itu, mama Imelda memutuskan untuk membuang dan melupakan segala hal yang berhubungan dengan musik. Kemudian, ia mulai mencari cara agar bisa menafkahi putrinya hingga "membuat sepatu" akhirnya menjadi pilihan terbaik baginya. Sejak saat itulah, Mama Imelda mengajarkan cara membuat sepatu kepada seluruh keluarganya termasuk juga Coco.

Dengan memandangi Ofrenda---ruang khusus yang digunakan untuk memajang foto anggota keluarga yang telah meninggal, ia bertanya-tanya kenapa kakek buyutnya meninggalkan keluarga dan tak kembali. Karena tanpa disadari Miguel juga mencintai musik, sebagaimana kakek buyutnya yang pernah menjadi musikus dan memiliki impian besar terhadap musik. Dengan alasan belum resmi menjadi pekerja di keluarganya sendiri, Miguel bekerja menjadi penyemir sepatu di plaza yang terletak dekat dengan rumahnya. Dari tempat itu ia mendengar suara musik setiap hari, dan dari sanalah ia menemukan ada perlombaan musisi yang dikenal dengan nama De Los Muertos.

Ia bercerita bahwa menyukai musik tentu bukan salahnya, tetapi De La Cruz. Dia adalah penyanyi legendaris dalam sejarah Meksiko, tidak lain adalah penyanyi yang sangat diidolakan oleh Miguel. Ia pun termotivasi untuk mengikuti perlombaan itu, dan berusaha untuk memberanikan diri sebagaimana yang dilakukan oleh idolanya tersebut. Ia mulai membuat gitarnya sendiri, dan menonton ulang kaset lama De La cruz sekaligus menyanyikan kembali lagu-lagunya. Tanpa ia sadari ia memandang kembali foto yang dibawanya dari Ofrenda, dan menemukan bahwa gitar yang dipegang oleh kakek buyutnya mirip dengan gitar milik De La Cruz. Hal itulah yang membuatnya berkesimpulan bahwa kakeknya adalah De La Cruz, penyanyi idola nya selama ini.

Dengan percaya diri, ia pun membicarakan niatnya pada seluruh keluarga dan mengatakan bahwa ia ingin menjadi musikus seperti De La Cruz. Namun, bisa kalian bayangkan bahwa tentu Mama Elena (putri dari Mama Coco) pasti akan marah besar. Karena ia menjalankan rumah keluarga kecilnya sama persis dengan Mama Imelda, dimana ia tak pernah mengijinkan ada musik di rumah Rivera. Gitar yang dibuat oleh Miguel pun dirusak oleh Mama Elena, dan ia pun kabur meninggalkan rumah dan langsung pergi ke Plaza.

Singkat cerita, Miguel yang kesal atas ulah neneknya akhirnya pergi menuju pemakaman De La Cruz dan berniat untuk mengambil gitar legendaris miliknya. Dengan satu kali memainkan senar gitar itu, orang-orang yang sedang berziarah justru langsung mengetahui bahwa pasti ada seseorang yang mencoba untuk mencuri gitar milik penyanyi tercinta mereka. Tanpa Miguel sadari, seketika itu ia berubah menjadi tak kasat mata. Dengan cepat ia menembus apapun yang ditabraknya, dan kemudian bertemu dengan seluruh keluarganya yang telah wafat. Karena kejadian ini, Miguel diajak untuk bertemu dengan petugas di dunia kematian dan membantunya kembali hidup di dunianya.

Untuk kembali Miguel membutuhkan restu dari keluarganya, namun Mama Imelda memberikan syarat kepadanya untuk tidak bermusik lagi. Tentu Miguel menolaknya, dari sinilah kemudian ia bertemu dengen Hector. Tanpa sengaja ia mendengar Hector bercerita bahwa dirinya adalah teman dekat De La Cruz. Maka dari itu, Miguel meminta bantuannya agar dapat meminta restu dari sosok yang ia percayai sebagai kakek buyutnya itu. Dengan syarat anak laki-laki itu bisa memajang fotonya saat kembali, mereka pun bersepakat untuk pergi menemui De La Cruz. Perjalanan demi perjalanan mereka lewati dengan memberikan banyak pesan dan hiburan bagi siapapun yang menonton.

Adegan yang Aku sukai adalah ketika Mama Imelda menemukan Miguel dan berkata, “Tentu Aku sangat mencintai musik. Saat suamiku bermain, dan Aku pun akan bernyanyi. Hanya itulah yang berarti. Hingga Kami memiliki Coco, dan Aku merasa memiliki sesuatu yang lebih penting dibandingkan musik. Namun suamiku ingin bernyanyi untuk dunia…” Seketika Miguel menjawab, “Namun Aku tidak bisa memihak. Kenapa kau tak bisa memihakku? Itulah yang seharusnya dilakukan keluarga. Membantumu.”

Dari percakapan mereka, terutama apa yang disampaikan oleh Miguel Aku rasa ada benarnya juga. Karena sebagai keluarga memang haruslah mendukung satu sama lain. Apapun yang ingin dilakukan oleh seorang anak, adalah tugas orang dewasa untuk support dan membantunya melewati masa perjuangannya. Selain itu, sesampainya Miguel bertemu dengan De La Cruz. Ada sesuatu yang berbeda darinya, Miguel mulai menyadarinya saat Hector menyusul dan berusaha membantunya kembali. Entah kenapa Hector serasa lebih dekat dan pengertian, berbeda dengan De La Cruz yang justru tak ingin Miguel kembali ke dunianya. Aneh bukan, akan lebih terasa saat kalian menontonnya.

Aku sarankan untuk segera tonton dan nikmati keseruan dan kisah penuh makna dari film ini. Tapi sebelum itu, hal lain yang ingin Aku sampaikan adalah lagu favorit Mama Coco. Lagu dengan judul Remember Me, yang ternyata selalu dinyanyikan kakek buyutnya kepada putrinya setiap mereka akan berpisah. Film ini memberikan pesan bahwa seorang ayah akan selalu mencintai keluarganya bahkan putrinya sendiri. Kalaupun ada kejadian tak mengenakkan, tentu ia memiliki alasan. Sebagaimana alasan suami dari Mama Imelda yang sebenarnya bukan lah keinginan mutlak darinya untuk tak pernah kembali. Melainkan ada sesuatu yang menimpanya, hingga lagu-lagu buatannya pun dicuri oleh sahabatnya sendiri.  

“Remember me, Though I have to say goodbye. Remember me. Don't let it make you cry. For ever if I'm far away. I hold you in my heart. I sing a secret song to you. Each night we are apart. Remember me. Though I have to travel far. Remember me. Each time you hear a sad guitar. Know that I'm with you. The only way that I can be. Until you're in my arms again. Remember me……” 

1 comment: Leave Your Comments