Semua Organisasi Butuh "AGIL"




Adakah makhluk-makhluk Tuhan di sini yang tidak pernah berkecimpung di organisasi? Atau pernah masuk tapi keluar karena sistem keorganisasian yang minus? Minimal pernah tahu organisasilah, ya?

Sekumpulan orang yang bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan yang sama itulah yang disebut organisasi. Tentunya setiap organisasi punya tujuannya masing-masing, dong. Nah, untuk mencapai itu ada banyak jalan dan cara yang perlu ditempuh.

Oleh sebab itulah, banyak anggota organisasi yang terkadang kontra satu sama lain. Di sini peran antaranggota dan sistem perlu diperhatikan. Apakah ada problematika antaranggota? Atau jangan-jangan malah sistemnya yang bobrok?

Menurut sosiolog strukturalis fungsionalis berkelahiran Colorado, Amerika Serikat, Talcott Parson, sebuah sistem atau struktur organisasi memang harus berjalan sesuai dengan fungsinya agar dapat berjalan baik satu dengan yang lainnya. Lantas bagaimana caranya?

George Ritzer dalam bukunya yang berjudul Teori Sosiologi (terj.) menyebutkan bahwa Parson menyatakan organisasi itu perlu menerapkan sistem AGIL atau Adaptation (adaptasi), Goal attainment (pencapaian tujuan), Integration (integrasi), dan Latency (pemeliharaan pola).

Pertama, adaptation (adaptasi) adalah sistem yang dapat mengatasi kebutuhan situasional yang datang dari luar organisasi. Maksudnya, anggota organisasi harus mampu beradaptasi dengan lingkungan di luar organisasi. Mereka tidak mungkin berdiri sendiri tanpa adanya bantuan dari luar sebagai relasinya.

Dengan ini, setiap ada agenda di dalam organisasi misalnya, mereka dapat meminta bantuan kepada relasinya. Bantuan tidak semata-mata berupa uang, bukan? Relasi dapat membantu berupa tenaga, promosi, menyemarakkan agenda organisasi, dan lain sebagainya. Itulah mengapa, beradaptasi dengan lingkungan luar sangat penting.

Kedua, goal attainment (pencapaian tujuan) adalah organisasi harus memiliki sistem yang mendorong untuk mencapai tujuan. Di sini, tidak mungkin suatu organisasi berdiri dengan kosong tanpa tujuan. Akan selalu ada tujuan yang hendak dicapai. Itulah yang dinamakan goal attainment atau tujuan dalam organisasilah singkatnya.

Nah, yang sering dianggap tujuan oleh anggota organisasi itu hampir semua yang dianggapnya pencapaian yang terkesan "wah". Seperti keinginan untuk menjadi organisasi terbaiklah, organisasi famous-lah, atau organisasi yang inilah itulah. Padahal, setiap agenda yang telah selesai itu adalah satu tingkat tangga yang telah diselesaikan, bukan tujuan organisasi.

Mengapa demikian? Sudah selayaknya menempatkan tujuan itu di akhir. Supaya anggota-anggota organisasi ini tidak mudah besar kepala dan merasa puas atas pencapaiaannya. Padahal masih ada hal besar lagi yang harus digapai.

Ketiga, integration (integrasi) adalah organisasi harus memiliki sistem yang mengatur hubungan antarbagian supaya menjadi komponen yang utuh. Sistem inilah yang mengikat satu dengan yang lain, yaitu A, G, dan L. Tanpa integration, organisasi akan menjadi bagian yang berjalan sendiri-sendiri.

Singkatnya, integration itu adalah berbaur. Semacam sesama anggota organisasi perlu untuk saling mengayomi. Hal ini tentunya tidak luput dari adanya komunikasi yang baik antaranggota.

Terakhir, latency (pemeliharaan pola) adalah organisasi harus memiliki sistem yang melengkapi, memelihara, dan memperbarui motivasi anggota organisasi. Sebelum masuk organisasi pastinya punya keinginan, dong. 

Misalnya, saya masuk organisasi A agar bisa mengembangkat bakat. Ya, inilah latency, adanya pemeliharaan keinginan atau alasan untuk tetap berorganisasi.

Saya rasa itu semua sudah gamblang. Betapa butuhnya AGIL dalam organisasi. Dan masuk organisasi bukan hanya untuk eksis saja, tetapi upgrate diri.

Selamat berorganisasi dan tetap bijak dalam hidup.

Post a Comment

0 Comments