GENESIS GERAKAN MAHASISWA INDONESIA

ad+1



Indonesia semakin berkembang saja. Entah dari segi politik, ekonomi, sosial, budaya, maupun pendidikannya. Namun, siapa sangka bahwa perkembangan Indonesia tidak luput dari peran serta golongan muda, gerakan mahasiswa. 

Menurut Nur Sayyid Santoso Kristeva dalam bukunya Manifesto Wacana Kiri (2015), Soewarsono telah menyebut bahwa sejarah awal Indonesia modern dipelopori oleh gerakan mahasiswa. Ia menyebut bahwa sekurang-kurangnya ada empat gerakan mahasiswa besar, yaitu angkatan 1908, angkatan 1928, angkatan 1945, dan angkatan 1966. Baru setelah itu muncullah angkatan 1998 yang melahirkan munculnya gerakan-gerakan mahasiswa hingga saat ini. 

Pertama, Angkatan 1908 dianggap sebagai gerakan mahasiswa yang mampu membidani lahirnya Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 1908. Gerakan mahasiswa pertama di Jawa ini memang masih bersifat kesukuan, namun mereka telah memiliki cita-cita untuk merdeka. 

Kedua, Angkatan 1928 telah mengurangi sifat kesukuannya. Pada masa ini, gerakan mahasiswa telah mengikrarkan sumpah pemuda sebagai wujud persatuan bangsa, bukan lagi kesukuan. Meskipun sebelumnya, pada tahun 1922 telah ada gerakan mahasiswa yang dipelopori oleh Mohammad Hatta dengan gerakannya, yaitu Perhimpoenan Indonesia, namun ini hanya berkembang di Belanda dan belum memberikan pengaruh yang besar terhadap Indonesia. 

Ketiga, Angkatan 1945 adalah angkatan muda yang berhasil membuat Indonesia memprokamasikan kemerdekaannya. Angkatan ini mulanya telah menculik Soekarno dan Hatta agar tidak terpengaruh oleh hasutan Jepang kala itu (peristiwa Rengasdengklok). Hingga mereka berhasil memaksa Soekarno untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. 

Keempat, Angkatan 1966 menurut Santoso Kristeva adalah angkatan yang mendasari perubahan kekuasaan dari Orde Lama (Soekarno) ke Orde Baru (Soeharto). Selain itu, angkatan ini dinilai telah berhasil mengangkat isu bahwa Komunis adalah bahaya negara. Angkatan '66 berhasil meyakinkan masyarakat untuk mendukung mahasiswa dalam menentang Komunis yang diusung oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). 

Pergerakan mahasiswa belum berhenti. Gerakan Mahasiswa semakin kristis dalam urusan politik negara. Yang mana pada Orde Baru telah banyak mengalami penyelewengan, seperti adanya pembungkaman kebebasan berpendapat, maraknya korupsi, kolusi, dan nepotise (KKN), dan puncaknya adalah krisis moneter. Hal inilah yang memicu lahirnya gerakan mahasiswa angkatan 1998. 

Angkatan 1998 jelas dibuat geram oleh kepemimpinan Soeharto. Bagaimana tidak, seakan-akan pergerakan mahasiswa dibatasi hanya wilayah kampus. Selain itu, segala bentuk kritik terhadap pemerintah telah dianggap salah dan harus dipenjarakan. 

Oleh sebab itu, pada tahun 1998 banyak sekali aksi represif mahasiswa dalam menanggapi Orde Baru, seperti yaitu peristiwa gejayan, tragedi semanggi I dan II, serta puncaknya adalah ditembaknya empat mahasiswa Universitas Trisakti pada 12 Mei 1998. Angkatan ini semakin berkobar dan mendapat dukungan dari rakyat pula, hingga berhasil mepengserkan Soeharto tepat pada 21 Mei 1998. 

Perjuangan mahasiswa tidak akan pernah berhenti. Selama masih ada ketidakadilan yang diterima rakyat, pergerakan mahasiswa tidak akan pernah berhenti. Dan selama pemerintahan masih menyeleweng, selama itu pula perjuangan mahasiswa tidak akan pernah mati. 

Siapa bilang perjuangan mahasiswa hanya sebatas turun ke jalan untuk berdemonstrasi? Mahasiswa bisa berjuang dengan berpikir kritis, mampu untuk speak up, dan aktif dalam penegakan keadilan. Jika semua itu tidak dapat dilakukan, setidaknya biarkan pena yang berbicara.

0 Comments: