MENYAYANGI DIRI: UPAYA MENYEHATKAN MENTAL









Akhir-akhir ini, berbagai media acap kali menampilkan wacana tentang mental. Wacana yang diberitakan cukup membuat para netizen merinding sendiri. Lantaran banyak wacana mengenai masalah negatif tentang mental yang dialami oleh sejumlah orang. Misalnya saja kematian artis karena diduga depresi, korban meninggal karena sebelumnya di-bully, salah seorang warga yang gantung diri karena tertekan, dan lain sebagainya.

Mengenai hal tersebut, tidak menampik kemungkinan bahwa kita juga mengalami masalah mental. Hanya saja, kita mendapat masalah yang terkadang dapat kita tangani. Tetapi kita tetap perlu memperhatikan masalah mental kita dan mencoba untuk menguranginya dengan menyayangi diri sendiri.

Masalah seperti halnya di atas tidak hanya terjadi pada modern ini saja. Bahkan sebelumnya, sekitar abad 19, masalah mental juga marak diperbincangkan oleh masyarakat. Hal inilah yang menarik perhatian seorang intelektual kelahiran Freiburg untuk mempelajari masalah ini, Sigmund Freud.

Sigmund Freud adalah penggagas aliran psikoanalisis dalam bidang psikologi. Ia lahir dengan nama lengkap Sigismund Freud Schlomo pada 6 Mei 1856. Ia terinspirasi oleh pemikiran Darwin mengenai evolusi manusia. Hingga ia sendiri mampu mengungkapkan pemikirannya dan mengambil fokus pada mental atau kejiwaan. Bahkan, Freud dapat menjabarkan bahwa kejiwaan manusia terdiri dari id, ego, superego.

Id adalah naluri manusia yang menginginkan kenikmatan, kepuasan, dan kesenangan. Misalnya saja ketika manusia lapar. Mereka menginginkan berbagai macam makanan untuk memenuhi rasa laparnya. Mereka akan memikirkan makanan apa yang sekiranya enak dan mengenyangkan.

Ego adalah reaksi dari id. Ketika lapar, maka ego manusia akan melakukan tindak. Mereka bisa saja segera mencari makan atau mencari cara untuk menunda rasa lapar itu. Jadi, mereka bukan hanya mampu bertindak, tetapi berpikir logis untuk menangani masalahnya.

Superego adalah tindakan yang lebih ke arah menekan kenikmatan, kepuasan, dan kesenangan karena pengaruh norma atau aturan yang berlaku di masyarakat. Jika kamu lapar dan menginginkan makan daging, sedangkan keluargamu atau masyarakat sekitarmu merupakan kalangan vegetarian. Maka hal yang superego lakukan adalah menekan keinginanmu untuk tidak makan daging dan memilih makanan lain selain itu.

Mengenai ketiga hal ini, Freud mengungkapkan bahwa mental atau jiwa yang sehat berarti mampu merasakan kenikmatan, kepuasan, dan kesenangan pada dirinya dengan tindakan yang sesuai atau tidak melanggar norma di masyarakat. Hal ini tentu saja sulit dilakukan, tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan. Hanya perlu merealisasikan hal tersebut dan tidak membuatnya menjadi idealis saja.

Serupa dengan pernyataan di atas, dilansir dari Tempo.co pada 11 Desember 2019 lalu, tertulis bahwa untuk menyehatkan mental perlu melakukan beberapa hal. Yang dimaksudkan adalah berdamai dengan diri atau menyayangi diri. Mengenai hal ini, penulis memberikan solusi, yaitu dengan belajar dari kesalahan, fokus pada emosi, berikan jeda pada diri, memberikan saran pada diri, ucapkan dan akui kesalahan, sadar pola pikir negatif, hentikan pola pikir negatif, dan mencari cara untuk memperbaiki kesalahan.

Oleh karena itu, mulailah menyehatkan mental dengan mencoba menyayangi diri sendiri dulu. Lakukan hal-hal positif yang mengurangi beban dengan melakukan sesuatu yang kalian sukai. Selain itu, buka pintu selebar-lebarnya untuk membiarkan sesuatu yang menyenangkan dan menyedihkan masuk. Sehingga kalian bisa menikmati keduanya dengan tidak terlalu ambil pusing untuk menekannya sebagai beban.
loading...

Post a Comment

0 Comments