Beberapa Awal Setelahnya


Oleh: Khorik Saifulloh

Kita berawal dari kalimat yang entah apa

Di bumbui oleh perhatian juga tegur sapa

Setelahnya… aku sering menepi di salah satu jendela

Memastikan kedatangan dari keberangkatanmu baik-baik saja

Syukur di sana aku masih menemukan senyum dari bibir manis penuh asa

 

Tiba dhuha

Aku berdiam dibalik kaca

Menantimu berjalan dari utara, seraya menundukan kepala

Semoga kala itu kau sedang berdoa, serta ada namaku diantara kalimat doa yang kau tiupkan

 

Usainya… aku lekas membalas untaian doa dengan pinta kepada Tuhan

Dari awal hingga kesekian

Mencintaimu masih menjadi hal yang menyenangkan

Meskipun kini hadirmu tinggal bayangan

Kau hilang begitu saja seolah tak terjadi apa-apa

Alih-alih pesan untuk pamitan

Nomorku saja kau blokir tanpa penjelasan

 

Namun perlu kau ketahui

Hati dan segala bentuk rupanya

Terus berputar seriangnya

Seolah kau menjadi pusat semesta

Segala kerinduan dan bentuk lainya

Masih mengorbit pada satu manusia; Dayita