GREGG BRADEN DAN RAHASIA ALAM SEMESTA

ad+1



“Semua materi eksis berkat sebuah kekuatan. Kita harus berasumsi bahwa di balik kekuatan ini terdapat eksistensi pikiran yang sadar dan cerdas. Pikiran inilah matrix semua materi.” _Max Planck, 1944

Melalui kalimat tersebut, Max Planck, Bapak Teori Quantum, menggambarkan medan energi universal yang menghubungkan segala sesuatu dalam penciptaan: Matrix Ilahi. Matrix Ilahi adalah dunia kita. Ia juga segala sesuatu di dalam dunia kita. Ia adalah kita dan semua yang kita cintai, benci, cipta, dan alami.

Hidup di dalam Matrix Ilahi, kita menjelma sebagai seniman yang mengekspresikan nafsu, ketakutan, mimpi, dan hasrat terdalam melalui esensi kanvas sekaligus lukisan di atas kanvas itu. Kita adalah cat sekaligus kuasnya. (The Divine Matrix, hlm. 8)

Judul yang tentunya menarik banyak pembaca ini, membuat pemilik buku akan terus penasaran terhadap apa yang ingin disampaikan penulis tentang “kita” dan “alam semesta”. Bahasa yang membuat pembaca terus memikirkan maksud dan makna darinya ini, membuat novel ini berbeda dengan novel pada umumnya.

Jika banyak dari kita yang sudah mengenal tentang novel Jostein Gaarder seperti Dunia Sophie, mereka tampak sama namun novel ini memiliki sisi yang berbeda. Selain menyingkap rahasia alam semesta, ternyata buku ini adalah hasil penelitian seorang Gregg Braden selama lebih dari dua puluh tahun. Buku ini juga berisi tentang perjalanan pribadinya dalam memaknai rahasia besar yang terdapat dalam tradisi-tradisi paling kuno, mistis, dan kaya.

Gregg Braden adalah penulis terlaris New York Times yang banyak meneliti peran spiritualitas dalam teknologi. Ia dianggap sebagai pelopor utama dalam menjembatani sains dan spiritualitas. Selama lebih dari dua puluh tahun ia meneliti desa-desa di pegunungan tinggi, biara-biara terpencil, kuil-kuil kuno, dan naskah-naskah yang terlupakan untuk menemukan rahasia-rahasia abadi didalamnya. (The Divine Matrix, hlm. 367)

Penulis membagi novelnya menjadi tiga bagian alur cerita. Pertama, menyingkap Matrix Ilahi: misteri yang menghubungkan segala sesuatu. Dalam bagian ini, penulis mencoba untuk membuat kita ikut merasakan dan memahami bahwa kita semua disatukan oleh satu medan energi yang menghubungkan segala sesuatu. Penulis mulai mendiskripsikan beberapa eksperimen yang membawa ilmuwan kembali ke masa 100 tahun silam dalam upaya menemukan medan energi yang tunggal. Selain itu, ia juga mengulas riset abad ke-20 dalam fisika quantum, yang pada akhirnya membuat para ilmuwan harus mengoreksi kembali hasil eksperimen awal yang menyatakan bahwa segala sesuatu itu terpisah.

Hal yang menarik lainnya, Gregg Braden juga menyertakan hasil dari tiga eksperimen representatif yang menunjukkan dokumentasi sains mutakhir terkait medan energi yang sebelumnya tidak terdeteksi. Secara singkat, penemuan tersebut membuktikan: (1) DNA manusia memiliki efek langsung terhadap substansi yang membentuk dunia, (2) Emosi manusia memiliki efek langsung terhadap DNA yang mempengaruhi substansi yang membentuk dunia, (3) Koneksi antara emosi dan DNA melampaui batasan ruang-waktu.

Entah seperti apa kita memendeskripsikannya dari perspektif spiritual maupun sains, eksperimen tersebut jelas menunjukkan bahwa ada sesuatu diluar sana, sebuah medan yang menghubungkan semua yang kita lakukan serta semua yang kita alami dan miliki. Selanjutnya, kita akan memasuki alur kedua yaitu jembatan antara imajinasi dan realitas: cara kerja Matrix Ilahi. Di bagian ini, Braden membahas mengenai makna hidup di dalam semesta yang bukan sekedar terkoneksi secara terbatas, melainkan segalanya terkoneksi secara holografis.

Hal yang sering kali dikenal secara holografis mungkin adalah kekuatan penemuan terhebat ilmu fisika abad ke-20, sekaligus penemuan yang paling sering tidak dimengerti dan diabaikan. Pembahasan ini memang sengaja dirancang sedemikian rupa sebagai penduan tepat-guna untuk memahami misteri dari pengalaman-pengalaman yang kita alami bersama namun jarang kita sadari sepenuhnya. Ketika kita memandang hidup ini terjadi secara bersamaan, ternyata berimplikasi begitu besar. Hal ini disebabkan karena koneksi universal kita mendorong kita untuk mampu mendukung, berbagi, juga berpartisipasi dalam kebahagiaan dan tragedi kehidupan dimana saja dan kapan saja.

Lalu, bagaimana seharusnya kita memanfaatkan kemampuan ini? Jawabannya, bermula dengan pemahaman bahwa sejatinya tidak ada “di sini” dan “di sana”, atau “nanti” dan “sekarang”. Berdasarkan perspektif bahwa kehidupan sebagai hologram yang terkoneksi secara universal, di sini telah ada di sana, dan nanti selalu berarti sekarang. (The Divine Matrix, hlm. 32)

Membicarakan tentang hologram, mungkin para ilmuwan akan menjelaskannya sebagai gambar khusus. Dimana gambar yang ada di permukaan tiba-tiba tampak seperti tiga dimensi ketika terpapar sinar cahaya langsung.

Proses penciptaan gambar ini melibatkan penggunaan cahaya laser, sehingga gambar menjadi terdistribusi ke seluruh permukaan film. Sifat “distribusi” inilah yang membuat film holografis sangat unik. Demikianlah, setiap bagian permukaan mengandung keseluruhan gambar, hanya dalam skala yang lebih kecil. (The Divine Matrix, hlm. 194-195)

Dapat kita ambil kesimpulan bahwa dalam hologram, jika gambar asli dipotong menjadi beberapa bagian, maka setiap potongan akan tetap menunjukkan tampilan penuh dari seluruh gambar yang asli. Greeg Braden juga menyampaikan, bahwa tradisi-tradisi spiritual kuno mengingatkan kita bahwa kita selalu membuat pilihan dalam setiap momen yang kita alami atau lalui. Melalui kekuatan kesadaran tersebut, keputusan-keputusan yang telah kita pilih ternyata memiliki konsekuensi melampaui tempat dan momen dalam kehidupan yang kita jalani.

Dari pemikiran yang holografis itulah menyadarkan kita bahwa setiap keputusan yang kita ambil ternyata juga berpengaruh terhadap keseluruhan kehidupan kita. Berbagai macam keputusan yang diakumulasikan akan menjadi realitas kolektif kita. Dan melalui pemahaman tersebut, penulis mencamtumkan berbagai hal yang bisa kita ketahui.

Hal pertama, adalah mengapa harapan, pikiran dan doa kita sesungguhnya telah tercapai. Kedua, bahwa kita tidak dibatasi tubuh kita atau hukum-hukum fisika. Ketiga, bagaimana kita mendukung orang-orang tercinta dimanapun mereka berada tanpa kita harus pergi ke tempat itu. Keempat, bahwa sebenarnya kita memiliki potensi untuk menyembuhkan secara instan. Dan yang terakhir adalah bahwa sangat mungkin bagi kita untuk melihat banyak hal yang melampaui ruang-waktu tanpa harus membuka mata.

Semua itu tidak lain karena adanya Matrix Ilahi, dimana doa, harapan, bahkan keyakinan bisa tersambung langsung kepada Tuhan maupun alam bawah sadar kita yang pada akhirnya berubah menjadi realitas. Dalam cerita ini pula, seorang Gregg Braden juga menuliskan kisah-kisah kuno yang didalamnya ia dapatkan banyak kebijaksanaan mengenai kehidupan.

Setelah itu, kita memasuki alur ketiga, pesan dari Matrix Ilahi: kehidupan, cinta, dan penyembuhan dalam kesadaran quantum. Menggali dan mencari tahu makna hidup dengan aspek-aspek yang terkandung dalam medan energi tunggal, memang sejalan dengan bagaimana hal tersebut mempengaruhi berbagai kejadian dalam hidup kita.

Melalui serangkaian kasus nyata yang dituliskan oleh Gregg Braden, ia berbagi kekuatan, ironi, dan pemahaman yang jernih terkait bagaimana kejadian-kejadian yang sering dianggap tidak penting dalam hidup kita adalah cerminan dari keyakinan-keyakinan terdalam diri kita sendiri.

Dari beberapa contoh untuk menjelaskan koneksi ini, saya menyisipkan kisah nyata tentang bagaimana binatang peliharaan kita bisa memperlihatkan melalui tubuh mereka kondisi-kondisi fisik yang tidak kita sadari atau masih berkembang di dalam diri kita sendiri. (Gregg Braden, The Divine Matrix, hlm. 34)

The Divine Matrix ditulis bagi siapapun yang ingin menjembatani realitas masa lalunya dengan harapan masa depan. Melalui medan tunggal ini, kita dapat memaafkan dan menemukan welas asih di dunia yang menderita karena luka, prasangka, dan ketakutan. Disamping itu, kita belajar bahwa untuk bertahan hidup atau menjadikan hidup lebih baik di masa sekarang adalah menciptakan pola pikir baru dan menanamkannya dalam alam bawah sadar. Pada akhirnya, kemampuan untuk memahami dan menerapkan “hukum-hukum” Matrix Ilahi merupakan kunci terjadinya hal-hal ajaib dalam hidup kita.

Keterangan:
Judul Buku: THE MATRIX ILAHI: Menyingkap Rahasia Alam Semesta
Penulis: Gregg Braden
Halaman: 372 hlm.
Penerbit: JAVANICA
Kota Terbit: Banten
Tahun Terbit: 2018

ISBN: 978-602-6799-41-8