AKU TAK PERNAH TAU DAYITA


Beberapa jengkal lagi aku mau sampai
Di tebal hitam rambutmu aku memanjat
Mau kutempuh ia dengan sekali kilat
Ku bisikan kalimat “cinta yang tak pernah usai”

Aku tak pernah tau seberapa keras angin di pantai
Bertiupnya memangil melambai-lambai
Dingin yang kentara sebab tipisnya kaos yang kupakai
Yang pasti aku tau, dekapan tanganmu adalah rumah dari sekian resah

Aku tak pernah tau seberapa nyaring suara
Membaur ia di udara dan masuk ke telingga
Acap kali ia tak membawa berita gembira
Bahkan sialnya ia mau lebih lama disana
Demi angin yang menidurkan, aku tau kau pantas di perjuangkan

Aku tak pernah tau kemana air sungai mengalir
Hanyut dibawanya berbagai hal yang hadir
Terombang ambing berebut takdir
Namun aku bersyukur
Sebab kau adalah muara dari segala yang ada

Aku tak pernah tau seberapa rindang pohon
Menjulur rantingnya keperaduan
Mendalam akarnya kepedalaman
Yang jelas pohon cintaku tetap hidup
Sebab pupuk kasih sayangmu yang lebih dari cukup


"Dari simpang garis bujur sunyi bumi"
__Kediri, 09 Maret 2020

Penulis:
Penulis dan Pemalas

Post a Comment

0 Comments