Aku Tak Pernah Tau Dayita


Oleh: Khorik Saifulloh

Beberapa jengkal lagi aku mau sampai

Di tebal hitam rambutmu aku memanjat

Mau kutempuh ia dengan sekali kilat

Ku bisikan kalimat “cinta yang tak pernah usai”

 

Aku tak pernah tau seberapa keras angin di pantai

Bertiupnya memangil melambai-lambai

Dingin yang kentara sebab tipisnya kaos yang kupakai

Yang pasti aku tau, dekapan tanganmu adalah rumah dari sekian resah

 

Aku tak pernah tau seberapa nyaring suara

Membaur ia di udara dan masuk ke telingga

Acap kali ia tak membawa berita gembira

Bahkan sialnya ia mau lebih lama disana

Demi angin yang menidurkan, aku tau kau pantas di perjuangkan

 

Aku tak pernah tau kemana air sungai mengalir

Hanyut dibawanya berbagai hal yang hadir

Terombang ambing berebut takdir

Namun aku bersyukur

Sebab kau adalah muara dari segala yang ada

 

Aku tak pernah tau seberapa rindang pohon

Menjulur rantingnya keperaduan

Mendalam akarnya kepedalaman

Yang jelas pohon cintaku tetap hidup

Sebab pupuk kasih sayangmu yang lebih dari cukup