Napas Puisi Dayita

Oleh: Khorik Saifulloh

 

Ibadah puisi dimulai

Pelan tapi pasti aku mulai mengisi

Huruf demi huruf kalimat tersusun

Sampai pada tipisnya embun

 

Dayita... bacalah

Bahwa aku ingin mencintaimu

Lebih banyak dari debar

Lebih sering dari dering

Lebih besar dari sabar

Lebih lama dari selamanya


Lebih mesra dari dansa

Lebih kuat dari erat

Lebih alim dari salim

Dan aku ingin mencintaimu lebih dari apa-apa


Dayita... dengarlah

Mantraku, dari ritus doa-doa

Meminta, membaur diudara

Menyelami nafasmu dalam, hingga dada


Dayita... rasalah

Lalu menjadi gembira

Melompat senang amat riang

Sebab perihal peduli

Aku terus tanpa henti