MANUSIA MULTIRELASI

Relasi adalah hubungan antara orang dengan yang lain. Hal ini sering kali menjadi salah penafsiran dalam masyarakat. Yang mana relasi hanyalah sebuah hubungan antara subjek dengan objek.

Perihal relasi, Jurgen Habermas, sosiolog asal Jerman mengkritisi masalah ini. Dalam buku Teori Sosiologi karya Ritzer telah dipaparkan bahwa mulanya, Habermas adalah seorang penganut mazhab Frankfurt. Yang mana banyak tokoh-tokoh pemikir kritis didalamnya. Hal yang menonjol dari mazhab ini adalah teori kritisnya mengenai modernitas.

Modernitas itu terkenal dengan sesuatu yang ilmiah, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang maju, universal, rasional, dan lain sebagainya. Dari sini, mazhab Frankfurt ingin mengkritisinya. Namun, tetap saja beberapa tokoh dalam mazhab ini terjebak dalam penafsiran relasi.

Maka dari itu, Habermas yang mulanya bergabung dalam mazhab tersebut terpaksa harus keluar. Ia memiliki penafsiran yang berbeda dengan tokoh-tokoh dalam mazhab tersebut. Akhirnya, ia mengungkapkan bahwa manusia tidak hanya memiliki satu relasi, tetapi  multirelasi.

Multirelasi atau manusia yang dikenal dengan banyak hubungan. Habermas membaginya ke dalam tiga tipe, yaitu relasi subjek dengan objek, subjek dengan subjek, dan subjek dengan itself. Tentu saja ketiganya memiliki pengertian tersendiri.

Relasi subjek dengan objek adalah hubungan antara manusia dengan benda mati. Hubungan ini menghasilkan kepentingan teknis. Maksudnya, hubungan manusia dengan sesuatu yang diciptakannya atau sesuatu yang dapat membantunya.

Sebagai misal, manusia menciptakan telepon genggam atau memakai telepon genggam. Hal ini dapat dikatakan suatu relasi subjek dengan objek. Yang mana manusia tidak sedang bersama sesamanya, melainkan bersama dengan sesuatu yang diciptakannya atau digunakannya.

Relasi subjek dengan subjek adalah hubungan manusia dengan sesamanya. Hal ini telah marak disaksikan dalam bermasyarakat. Yang mana manusia acap kali bertegur sapa dan bersosialisasi dengan sesama manusia lainnya. Dengan ini, akan menciptakan suatu emansipasi sesama manusia.

Sedangkan, relasi subjek dengan itself adalah hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Di mana hanya manusia itu sendiri yang dapat berkomunikasi dengan dirinya. Hal ini berfungsi dalam melatih pemahaman terhadap diri sendiri.

Perihal tersebut, manusia tidak dapat dijustifikasi dengan satu penafsiran tentang relasi. Manusia butuh mengembangkan diri dengan bantuan objek. Selain itu, manusia perlu berbaur dengan sesamanya. Last but not least, manusia perlu menyayangi dirinya sendiri dan ini bukan berarti manusia adalah makhluk egois.