PANJANG UMUR SEMESTA !



Dunia Anna adalah sebuah novel filsafat semesta. Novel ini ditulis oleh seorang yang pernah menjadi guru filsafat asal Norwegia, Jostein Gaarder. Darinya, pembaca akan dibuat ternganga oleh sebuah cerita elegannya ini.

Pada novel ini, Gaarder menceritakan sosok Anna, seorang gadis berusia 16 tahun yang mengamati keanehan pada lingkungannya. Ia melihat salju dan kuda-kuda yang biasanya tidak pernah absen dari perayaan Natal. Namun di Natal kali ini, keduanya tidak ada. Isunya, semua itu karena pemanasan global.

Isu tersebut sebenarnya marak pada modern ini. Hingga Gaarder ingin mengajak pembaca untuk mengamati semesta saat ini, seperti yang dilakukan Anna. Sebenarnya, karya epiknya ini ibarat tamparan bagi pembaca untuk sadar akan kesehatan semesta yang semakin kritis saja.

Oleh karena itu, dalam novel penulis menggambarkan dua masa, yaitu masa Anna dan masa cicitnya, Nova. Yang mana di masa Anna, semesta kehilangan sedikit hewan, tumbuhan, dan iklim yang belum begitu ekstrim. Namun di masa Nova, semesta benar-benar kehilangan hampir sebagian isinya. Hewan, tumbuhan, dan iklim semakin kritis saja. Semua itu tidak lepas dari perbuatan bodoh manusia sendiri.

"Kalau orang telah melakukan sebuah kebodohan, maka, ya jangan sekedar berdiam diri menyesali perbuatan itu. Tidak, tapi bangkitlah dan perbaiki segala yang telah rusak." (Dunia Anna, h. 51)

Ya, begitu membingungkan. Bagaimana mungkin seorang anak berusia 16 tahun sudah memiliki cicit? Penulis menggambarkan Nova sebagai seseorang yang hidup di mimpi Anna, yaitu anak yang hidup di tahun 2082. Ini bukan kegilaan, namun penulis mencoba mengajak pembaca untuk berpikir bagaimana keadaan bumi setelah kita.

"...alam ini bukan hanya sekedar sesuatu yang sedap dipandang. ...ada sesuatu yang bisa disebut sebagai jasa alam." (Dunia Anna, h. 114)

Manusia adalah makhluk heterotrof, tidak dapat membuat makan sendiri. Ia bergantung pada alam dan yang lainnya. Maka dari itu, sudah sewajarnya manusia mampu menjaga alam untuk keberlangsungan hidup manusia, keturunannya, dan makhluk hidup lainnya.

Oleh karena itu, novel Gaarder akan membantu pembaca untuk memulai melakukan perbaikan terhadap semesta. Anna dan Jonas, pacarnya telah memulainya dengan membaca berbagai artikel di internet, koran, dan lainnya tentang perubahan semesta. Mereka juga banyak mengumpulkan informasi terkait makhluk hidup yang telah punah.

Anna dan Jonas telah memulai semua perbaikan semesta dengan membaca informasi kemudian membentuk club pelestarian lingkungan. Mereka anak usia 16 dan 17 tahun yang sadar akan masa depan. Pembaca bisa belajar dari kedua tokoh dalam novel Gaarder yang satu ini.

"Kita perlu lebih pandai untuk membayangkan para penerus kita, lebih pandai untuk menghayati kehadiran mereka yang akan mewarisi bumi ini sepeninggalan kita." (Dunia Anna, h. 219)

Cerita di novel ini bisa saja dianggap cerita khayalan. Namun, pembaca perlu tahu bahwa yang telah diceritakan penulis penting untuk diterapkan. Bahkan, penulis novel ini bukan hanya seorang yang pernah menjadi guru filsafat ataupun penulis novel berbau filsafat modern. Tetapi, ia dan istrinya, Siri telah giat mengampanyekan pelestarian lingkungan melalui Sofie Foundation yang didirikan pada 1997.

Selain itu, dari novel Gaarder, pembaca bisa tahu bahwa semesta perlu usaha dan kepedulian kita. Karena manusia yang selamanya akan membutuhkan alam. Ia juga yang bertanggung jawab penuh atas keselamatan semesta dan keturunannya.

"...bukanlah alam yang membunuh. Tetapi kita, manusia." (Dunia Anna, h. 241)

Keterangan:
Judul: Dunia Anna
Penulis: Jostein Gaarder
Penerbit: Mizan
Kota terbit: Bandung
Tahun terbit: 2013
ISBN: 978-979-433-842-1