Menginsafi Kungkungan




Oleh: Rahma Nur Izza

Mentari mulai merayu
Tuk berjalan menyusuri lembah abu-abu
Menapaki kerikil berbatu
Menuju titik lingkaran jenu

Selang siang menawarkan
Sejuta keramaian penuh dengan bualan
Layar bermain tlah mengecoh kepayahan
Acap mengabet semakin tidak karuan

Senja kala manis mendarat
Namun layar bermain masih tergenggam erat
Kini diriku bukanlah abdi
Yang semakin tinggi dalam kepapaan mengabdi

Gemerlap bintang menyanding petang bumi
Senda gurau mengakhiri patah batu hati
Tawa terkoyak ke sana - ke mari
Sampai abandonemen kena diri

Hingga waktu terkantuk-kantuk
Tapi diri tetap terkutuk
Terbiar, hilang asa dan bentuk