MENGINSAFI KUNGKUNGAN




Mentari mulai merayu

Tuk berjalan menyusuri lembah abu-abu

Menapaki kerikil berbatu

Menuju titik lingkaran jenu


Selang siang menawarkan

Sejuta keramaian penuh dengan bualan

Layar bermain tlah mengecoh kepayahan

Acap mengabet semakin tidak karuan


Senja kala manis mendarat

Namun layar bermain masih tergenggam erat

Kini diriku bukanlah abdi

yang semakin tinggi dalam kepapaan mengabdi


Gemerlap bintang menyanding petang bumi

Senda gurau mengakhiri patah batu hati

Tawa terkoyak ke sana - ke mari

Sampai abandonemen kena diri


Hingga waktu terkantuk-kantuk

Tapi diri tetap terkutuk

Terbiar, hilang asa dan bentuk


__Pinggiran Blitar
Senin, 18 November 2019




Penulis:
Penulis dan Sastrawan