BELAJAR IMAN DARI ABDULLAH IBNU MAS'UD

ad+1

Berakad dengan manusia memang boleh, namun hati hanya boleh berakad dengan Allah swt.

Sosok sahabat Rasulullah ini biasa dipanggil Ibnu Mas’ud adalah salah satu dari golongan Sabiqunal Awwalun, dia bernama lengkap Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil bin Habib ra. Dia adalah sahabat Rasulullah yang berpostur mungil, dengan tubuhnya yang kurus dan kecil, serta kulitnya yang berwarna gelap. Namun, Abdullah Ibnu Mas’ud selalu berpakaian rapi dan memakai wewangian kemanapun ia pergi.

Dia adalah sosok pemuda keren pada zaman Rasulullah yang mengumpulkan langsung Al-Qur’an dari mulut Nabi. Ia mengetahui Al-Qur’an dan waktu diturunkannya. Rasulullah pun memujinya dan menganjurkan para sahabat lain untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an kepadanya. 

Sabda Rasulullah kepada para sahabatnya, “Ambillah Alquran itu dari empat orang. Yaitu dari Abdullah bin Mas'ud, Salim, Mu'adz bin Jabal dan Ubay bin Ka'ab.” (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ahmad). 

Suatu ketika, turunlah suatu surat yang diturunkan sebanyak 1 juz secara langsung kepada Rasulullah melalui Jibril. Inilah surat yang kemudian sangat di cintai oleh Rasulullah melebihi cinta-Nya pada dunia dan seisinya, yaitu surat yang diawali dengan kalimat pujian “Alhamdulillah..”, yaitu surat Al-An’am. Maka ketika Jibril membacakan ayat demi ayat, Rasulullah hanya mendengar dan hafal seketika Jibril selesai membacakan surat tersebut. Lalu Rasulullah mengumpulkan para sahabat dan berkata “Ihtammuu Ilayya”, yang kemudian diikuti oleh para sahabat termasuk Abdullah Ibnu Mas’ud. 

Seketika itu para sahabat mendengarkan dengan khusyuk dan tenang tanpa bergerak sekalipun, hingga seorang ulama menyatakan “jika ada seekor burung merpati membuat sarang diatas kepala mereka, niscaya jadilah sarang itu”. Kemudian setelah Nabi selesai membacakan ayat sebanyak satu juz, seorang sahabat bernama Abdullah Ibnu Mas’ud berdiri mengatakan “Ya Rasulullah, saya sudah hafal surat itu”. Namun hebat dan tawadu’nya Rasulullah, tidak menyatakan bahwa beliau juga hafal sekaligus melainkan mengatakan “Ya Abdullah, coba bacalah”. Akhirnya Abdullah mengulang bacaan surat Al-An’am dari ayat pertama hingga akhir tanpa ada satupun huruf yang keliru.

Setiap orang pasti tahu bahwa Allah swt. telah memberikan kita akal dan memori, namun bukan itu yang membuat Abdullah Ibnu Mas’ud mudah dalam menghafal Al-Qur’an. Melainkan Abdullah Ibnu Mas’ud ini adalah orang yang selalu mengandalkan Allah swt. dalam setiap langkahnya, maka Allah mudahkan ia dalam mencari Ilmu. Karena ilmu dalam Islam itu bukan disimpan di dalam fikiran atau dalam kepala kita, namun ilmu dalam Islam itu disimpan dalam hati, “al fiqhu, fiqhul quluubi”. Maka pemahaman Islam itu dilakukan dengan hati, dan inilah yang telah dibuktikan oleh Abdullah Ibnu Mas’ud.

Ketika masa awal pembelajaran Al-Qur’an Abdullah berkata, “Ta’allamnal Iiimaan qablal Qur’an (kami belajar Iman sebelum belajar Al-Qur’an). Sehingga ketika kami membaca Al-Qur’an, maka iman kami akan bertambah. Karena pada suatu saat, akan muncul suatu kaum yang belajar Qur’an sebelum belajar iman. Walaupun mereka membaca sampai tiga puluh juz Al-Qur’an, imannya tidak akan bertambah.”

Lalu, apa yang dimaksudkan belajar iman disini?. Belajar iman berarti belajar yakin kepada Allah. Oleh karenanya, sebelum kita belajar menghafal Al-Qur’an, mari memahami terlebih dulu milik siapa ayat-ayat ini. Maka jika ingin mempelajari dan menghafal Al-Qur’an, mintalah kepada yang memiliki ayat-ayat itu, dan pemiliknya tidak lain adalah Allah swt. Jadi jika kita ingin mudah menghafal Al-Qur’an atau dalam urusan apapun, jangan hanya mengandalkan otak dan pemikiran kita, melainkan juga mengandalkan Allah disetiap hal dalam hidup kita.