SEBERANG JALAN JALUR DUA

ad+1


Angin meniupkan kertas-kertas berwajah riang

Menyandra lelehan air mata yang terbias lampu jalanan kota

Dan pada bangku taman yang terikut tabah

Ia telah jengah atas takdir yang ia lalui kemarin


Sebenarnya...

Aku mengerti betul jeritan hatinya

Tatkala tunawisma meminum sebotol air buangan

Lalu menatap ia lebih dari susahnya


Detik-detik itu semakin jelas mengalahkan suara mesin jahit tua

Dalam toko tekstil yang menjual benang-benang dan kain merah


Aku melihatnya lagi

Ia belum juga beranjak

Aku melihat dosa-dosanya

Yang menetes pada kolong bangku taman

Aku melihatnya mendongak

Menatap mendung yang menghalang rentang para bintang


Sekadar papan nama toko yang terombang-ambing menyuarakan kegelisahannya

Dan pada bangku taman yang terikut tabah

Ia selalu ingat

Upacara pengabuan rasa

Di seberang jalan jalur dua



__Kutai-Kalimantan Timur, 27 September 2019



Penulis :
Penulis dan Sastrawan 
Kalimantan Timur