Restorasi Santri

Oleh: Rahma Zahra

Langit terpancar tanpa mendung yang tersimpan
Mengalun anggun penuh dengan sejuta harapan
Membelai segerombolan insan bersarung nan berpeci
yang terus asik berdiskusi mencari kebenaran untuk kesejahteraan hayati


Sesekali desahan setuju terdengar, sesekali kobaran penolakan juga berkibar
Namun semua memiliki landasan, kemudian dimusyawarahkan.
Sungguh damai perserikatan kalian!


Ketika menara masjid mulai melambai-lambai
Berduyun-duyun lincah kaki menapaki
Sekalipun perbincangan harus selesai, demi memenuhi panggilan sang Ilahi Rabi
Namun, langkahan kaki terus memantapkan ke arah pengabdian diri yang hakiki.


Membasuh luka, membersihkan dosa, dan melebur durhaka
Meronta-ronta keronta hati yang teronta
Mengemis meminta-minta pertolongan kepada sang Maha Kuasa.


Berharap dunia dengan keputusan yang adil
agar tiada dusta yang dicipta oleh onar manusia.
Di balik senja yang menyelimuti, sebelum magrib menghampiri
Terdengar gema indah mengerubungi gendang telinga


Namun tetap, sesekali perbincangan itu masih terselip
Semakin mesra, semakin, semakin, dan semakin mesra perbincangan itu
Dengan kesepakatan perserikatan kalian perbincangkan
Dengan alur pemikiran yang kalian landaskan dengan pedoman
Demi kebenaran, ketentraman, serta keadilan, yang dapat menuju pada kemashlahatan


Sekalipun kendali tajribu dan terpaan terus saling bergantian.

Perbincangan dengan implementasi pergerakan tetap teristiqomahkan !
Sekalipun pada suatu zaman akan dijumpai
Saat terik matahari dengan bringas mulai menyulut ketentraman nafas
Saat banyak luka yang tersungkur hancur
Saat banyak darah yang mengucur lebur


Teori dan implementsi kecil cukup untuk membekali
Dengan keyakinan ikhtiar menegaskan jalan perbaikan selalu menawari
Oh duhai insan berpeci dan bersarung, tidaklah ada rasa merana dan bingung
Karena iman dan taqwa selalu tergantung
Menuntun segala arah pikiran, pengimplementasian, serta kebijakan