HOMO DEVA : MENYOAL HARAPAN UMAT MANUSIA

Buku Homo Deva ditulis oleh seorang pendiri sekaligus direktur dari Lifethread Institute, Mary Belknap. Buku yang ia tulis ini adalah buku perdananya. Buku yang terbilang menarik untuk sebuah buku perdana.

Awalnya memang sedikit membingungkan karena penjelasannya terlalu berat. Disini pembaca dituntut untuk fokus dan memahami setiap detail penjelasannya. Tetapi semakin jauh pembahasan dalam buku ini, semakin ringan dan mudah dipahami penjelasannya. Buku yang recommend untuk dibaca.

Dalam buku bergenre sejarah ini berisi tentang tahap lanjut evolusi manusia. Di mana terdapat banyak sekali harapan untuk mewujudkannya. Buku ini terbagi menjadi lima bagian, yaitu klimaks budaya dari keluarga manusia, anak-anak Homo Sapiens kita, biofisika kelahiran kita yang dekat, anak-anak Homo Deva, dan langkah anda selanjutnya.

Bagian pertama: klimaks budaya dari keluarga manusia. Bagian ini berisi tentang pengenalan terhadap Homo Deva, evolusi yang terjadi untuk sampai kepadanya, dan fase-fase utama spesies.

Pada penjelasan pertama, penulis memperkenalkan Deva sebagai anak kita di masa depan yang akan menjaga bumi. Selain itu, pada pejalanan evolusi menuju anak masa depan ini, yang perlu diperhatikan adalah fokus pada fakta, data, keadaan mitigasi, penyebab langsung, dan manajemen resiko. Hal inilah yang juga dibutuhkan bumi saat ini dan seterusnya.

Kemudian, bagian ini juga menjelaskan tentang fase utama spesies atau dikenal dengan fase kemunculan Homo Deva. Fase tersebut terbagi menjadi tiga bagian, yaitu fase intuisi (kreatif), fase inovasi (inovator), dan fase identias (benih kehidupan).

Bagian kedua: anak-anak Homo Sapiens kita. Penulis menjelaskan tentang berbagai penyakit dan antisipasinya pada bagian ini. Tidak heran, jika pada tahap transisi dari Sapiens menuju Deva ini banyak sekali penyakit yang diderita karena banyaknya rintangan yang harus dilalui.

Selain itu, sebagai orang tua dari Deva, tidak mungkin Sapiens mampu membiarkan penyakit itu berkembang biak. Bagaimana pun, menurut Mary Belknap, Deva adalah sumber harapan masa depan sekaligus anak yang harus dilindungi. Ia juga menyatakan bahwa tugas kita sebagai Sapiens saat ini adalah memberi harapan dan saling membantu untuk keberlangsungan hidup Deva.


Memiliki harapan, mengetahui kekuatan dalam membuat pilihan sendiri, sama dengan memiliki aliran energi kehidupan yang jernih melalui kepala menuju pangkal tulang belakang. (Homo Deva, h. 104)

Bagian ketiga: biofisika kelahiran kita yang dekat. Bagian ini berisi tentang perkembangan yang akan dihadapi Deva. Perkembangan tersebut ada tiga, yaitu perubahan fisiologis (fisik), perkembangan fungsi otak (kesadaran/hati), dan evolusi budaya (mempengaruhi kehendak manusia).

Mengingat ketiga perkembangan tersebut, nantinya akan terjadi pergeseran diri dari 'penakhluk' materi menuju mitra tercinta. Hal ini diharapkan dapat membantu seseorang yang hidup pada masa Deva supaya terpelihara sekaligus hidup di planet ini.
 
Bagian keempat: anak-anak Homo Deva. Penulis lebih memperjelas tiga fase pada Deva pada bagian ini. Pertama: kreatif, Deva diharapkan dapat mengembangkan cakrawala dengan cara mengekspresikan apa yang diyakini.

Kedua: Inovator, Deva diharapkan dapat mewujudkan satu karya dengan beragam cara di berbagai bidang. Ketiga: Benih Kehidupan, Deva diharapkan dapat menjadi sosok yang dengan lembut mampu menggandeng populasi manusia, hewan, tumbuhan, dan lain sebagaimnya menuju identitas yang stabil sebagai keluarga.

Bagian kelima: langkah anda selanjutnya. Pada bagian ini pembaca dituntun dengan perlahan untuk sadar akan sesuatu yang harus segera dilakukan. Penulis pun membagi lima tahapan dalam menuntun langkah pembaca. Hal ini dimulai dari jam pertama, minggu pertama, bulan pertama, tahun pertama, sampai pada dasawarsa berikutnya: 2015-2025.

Jam pertama, pembaca dituntun untuk sadar akan dirinya. Mary Belknap menyatakan bahwa manusia adalah komitmen untuk dirinya dalam cara apa pun yang cocok untuk komitmen itu. Karena, manusia tidak akan pernah gagal untuk menjadi dirinya.

Minggu pertama, pembaca dituntun untuk tidak terpuruk pada kehidupan yang dijalaninya saat ini. Kemudian, di bulan pertama sampai pada dasawarsa berikutnya, pembaca akan dituntun untuk suka membaca, memperkuat spiritualnya, dan bersama-sama melewati ambang batas menuju lebih baik.


Tolong jangan menyerah... Jangan buang-buang waktu untuk mengutuk diri sendiri. Bernapaslah setiap hari dalam kebaikan. (Homo Deva, h. 277)

Keterangan:
Judul buku : Homo Deva
Penulis : Mary Belknap
Penerjemah : Adi Toha
Penerbit : PT Pustaka Alvabet
Kota terbit : Jakarta
Tahun terbit : 2019
Tebal buku : 386 halaman, 15 x 23 cm
ISBN : 978-623-220-038-8