Dayita

Oleh: Khorik Saifullah

Ma… merasa perlu kala itu
Cukup berjalan kedepan
Beberapa puluh meter dari taman
Begitu mudah melupakan gelisah
Melihat kamu berjalan dengan bungah


Perjumpaan dimulai
Saling tatap tanpa mengakhiri
Lisan kita bersautan
Kata demi kata terlontar demikian
Sedikit banyak kamu lepas senyuman


Aaaaarrrrrggghhh sudah…
Hatiku tak karuan
Aku terpatri kini
Memori-memori silir berganti
Singgah-pergi, singgah pergi


Aku tak pernah iri
Terlebih pada pinus dan jati
Bergandengan lewat hammock pendaki
Untuk kekasihku yang kucintai
Aku memang pendosa yang dibenci Illah


Namun perlu kamu ketahui
Melepasmu tak mungkin kulakukan
Baik saat ini, nanti atau kapan-kapan
Memintamu berkali kali
Di sholat-sholat
Di hajat-hajat
Di jum’at-jum’at

 

Terus… tanpa sambat
Agar Tuhan mendengar
Cinta yang kau tanam tak pernah pudar
Hidup, murup, terus menggelegar
Amin paling serius