DAYITA

ad+1


Ma… merasa perlu kala itu

Cukup berjalan kedepan

Beberapa puluh meter dari taman

Begitu mudah melupakan gelisah

Melihat kamu berjalan dengan bungah

Perjumpaan dimulai

Saling tatap tanpa mengakhiri

Lisan kita bersautan

Kata demi kata terlontar demikian

Sedikit banyak kamu lepas senyuman

Aaaaarrrrrggghhh sudah…

Hatiku tak karuan

Aku terpatri kini

Memori-memori silir berganti

Singgah-pergi, singgah pergi

Aku tak pernah iri

Terlebih pada pinus dan jati

Bergandengan lewat hammock pendaki

Untuk kekasihku yang kucintai

Aku memang pendosa yang dibenci Illahi

Namun perlu kamu ketahui

Melepasmu tak mungkin kulakukan

Baik saat ini, nanti atau kapan-kapan

Memintamu berkali kali

Di sholat-sholat

Di hajat-hajat

Di jum’at-jum’at

Terus… tanpa sambat

Agar Tuhan mendengar

Cinta yang kau tanam tak pernah pudar

Hidup, murup, terus menggelegar

Amin paling serius

_Sudut Kota Kediri, Jawa Timur
Senin malam ini, 14 Oktober 2019

Penulis:
Penulis dan Pemalas