MEMBACA MASA DEPAN UMAT MANUSIA

Jika Sapiens menunjukkan dari mana asal manusia, maka Homo Deus menunjukkan ke mana manusia akan pergi.

Buku yang ditulis oleh Yuval Noah Harari setelah Sapiens, Homo Deus, berisi tentang masa depan dan perubahan dunia. Buku ini akan membuka mata pembaca akan eksplorasi proyek, impian, dan mimpi buruk yang membentuk abad ke-21, dari mengatasi kematian hingga menciptakan kehidupan buatan.

Harari, dalam bukunya yang ber-genre sejarah ini, membantu manusia untuk sadar akan kekacauan yang telah dinikmatinya selama ini. Dimana pada abad ke-21 ini, manusia telah mengagendakan kehidupan yang immortal, bahagia, dan berkekuatan Illahi. Terdengar berat, tetapi penulis akan mempermudah setiap bahasan dengan 3 bab umum. Jadi, pembaca tidak akan bingung dengan setiap pembahasannya. Tidak hanya itu, imajinasi pembaca akan dibantu dengan setiap contoh-contoh peistiwa didalamnya.

Pada bab pertama, Homo Sapiens Menaklukkan Dunia. Pada bab ini, Harari memaparkan bahwa Sapiens telah mengagendakan penaklukan dunia. Semua itu bermula dari penaklukan binatang, dialog antara manusia dengan Tuhan, membungkam Tuhan, hingga menjadikan manusia sebagai penguasa dunia.

"Manusia mendominasi sepenuhnya planet bumi, buka karena manusia individual jauh lebih pintar, .....melainkan karena Homo Sapiens adalah satu-satunya spesies di muka bumi yang mampu bekerja sama secara fleksibel dalam jumlah besar." (Homo Deus, h. 152)

Manusia memang istimewa, bukan? Justru inilah yang akan menjadi fajar kematiannya sendiri. Manusia terlena akan keistimewaannya dan lupa akan bom yang telah ditimbunnya. Karena dalam pemaparan Harari, manusia memang dapat mendominasi dunia, tetapi nantinya dominasi itu akan beralih pada algoritma.

"Algoritma adalah seperangkat langkah metodis yang bisa digunakan untuk melakukan kalkulasi, pemecahan masalah, dan mencapai keputusan-keputusan." (Homo Deus, h. 96)

Cukup mencengangkan, bukan? Ini baru dibagian pertama. Semua yang diagung-agungkan manusia akan lenyap bersamaan dengan semakin bertambahnya usia dunia. Berlebihan? Memang seperti itulah sejarah.

Bab kedua, Homo Sapiens Memberi Makna bagi Dunia. Pada bab ini, penulis menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang ditorehkan oleh Sapiens pada masa modern. Hal tersebut antara lain, yaitu kemajuan saintifik, pertumbuhan ekonomi, serta isu-isu tentang humanisme.

Membahas mengenai kemajuan saintifik tentunya tidak akan lepas kaitannya dengan mitos. Mengapa demikian? Mitos dulunya adalah pegangan manusia, sesuatu yang dipercayai manusia. Namun, adanya sains ini bukan malah menghilangkan kepercayaan konservatif mengenai mitos, melainkan mengokohkan mitos.

"Sains modern sudah pasti mengubah aturan-aturan main, tetapi ia tidak begitu saja mengganti mitos-mitos dengan fakta-fakta. Mitos terus mendominasi manusia, dan sains justru menjadikan mitos semakin kuat." (Homo Deus, h. 206)

Kemudian, ada pembahasan mengenai kemajuan ekonomi. Tidak heran jika perekonomian semakin maju dan ditunjang oleh alat-alat canggih, tetapi tidak ada yang bisa menjamin kemerataannya. Selain itu, kemajuan ekonomi juga memiliki dampak yang terbilang kritis terhadap ekologi. Pun sebaliknya, kehancuran ekologi akan menyebabkan kehancuran berbagai bidang lainnya.

"Sebuah kehancuran ekologi akan mengakibatkan kehancuran ekonomi, kekacauan politik, jatuhnya sadar hidup manusia, dan bisa mengancam eksistensi peradaban manusia." (Homo Deus, h. 245)

Pembahasan terakhir pada bab ini tentang isu-isu humanisme. Dimana pada modern ini, manusia adalah Tuhan bagi sesamanya. Penguasa atas dunia ini adalah manusia. Begitu besar impian kaum humanis hingga mereka lupa akan kehancuran yang membuntutinya.

Bab ketiga, Homo Sapiens Kehilangan Kendali. Harari menulis dua perdebatan yang fundamental di masa modern pada bab ini. Perdebatan ini antara liberal dengan sains, dimana manusia memiliki otonomi pada dirinya (liberal) dan algoritma yang menguasai manusia (sains).

Penulis menjelaskan bahwa sebenarnya algoritma tidak akan memberobtak atau memperbudak kita. Namun, mereka akan begitu baik dalam membuat keputusan-keputusan untuk kita sehingga benar-benar gila kalau tidak mengikuti nasihatnya.

Begitu mengagumkan algoritma ini. Ia memiliki kapasitas yang melampaui kapasitas otak manusia. Padahal, ia dikembangkan oleh manusia sendiri.

"Bibit algoritma mungkin dikembangkan oleh manusia, tetapi saat ia tumbuh, ia mengikuti jalannya sendiri, pergi ke mana pun yang tak diketahui manusia sebelumnya - dan ke mana pun yang tak bisa diikuti oleh manusia." (Homo Deus, h. 452)

Telah jelas, bukan? Sekarang, siapa yang mengendalikan siapa? Siapa yang diciptakan oleh siapa? Dunia sedang berubah lebih cepat dari sebelumnya, dan manusia dibanjiri oleh data, ide, janji, dan ancaman.

Buku ini dapat membantu pembaca untuk sadar akan penyakit dunia yang selama ini dinikmati. Selain itu, buku karya Harari ini membantu pembaca untuk mempertimbangkan segala hal yang akan terjadi pada dunia yang kacau ini. Sehingga kita tahu, apa yang seharusnya menjadi fokus kita.

Berat dan berbobot, dua kata yang saya tangkap dari buku ini. Selain itu, terlihat sekali penyampaian yang begitu provokatif, tetapi dapat ditutup secara rapi oleh penulis. Buku recommended untuk dibaca setelah menuntaskan buku Sapiens. 


Keterangan 
Homo Deus : Masa Depan Umat Manusia
Judul buku : Homo Deus
Penulis : Yuval Noah Harari
Penerbit : Pustaka Alvabet
Kota terbit : Jakarta
Tahun terbit : 2018