BERSIKAP BODO AMAT ALA MANSON




Mark Manson adalah seorang blogger ternama yang tinggal di New York. Ia menerbitkan buku perdananya dengan judul Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat. Buku ini berisi tentang batasan-batasan diri dan cara menerimannya.

"Buku ini tidak akan mengajari Anda bagaimana mendapat atau mencari sesuatu, namun lebih pada bagaimana cara berlapang dada dan membiarkan sesuatu pergi." (Mark Manson, h. 24)

Buku ini bukan seperti buku motivasi, melainkan buku yang lebih dari sekedar motivasi, tamparan. Dimana pembaca tidak akan hanya mengerti dirinya, tetapi lebih menyadarkan diri bahwa betapa bodoh dirinya selama ini. Buku ini terbilang menarik, karena pembaca akan disuguhkan berbagai kejutan dalam setiap sembilan bab dalam pembahasannya.

Bab Pertama: Jangan Berusaha. Dari judulnya saja, pembaca pasti akan menyimpulkan bahwa pembahasan pada bab ini akan konyol. Tapi penyimpulan itu akan dikoyak setelah pembaca menyibak halaman demi halaman dalam bab pertama ini.

Dalam bab ini, pembaca akan disuguhkan ilustrasi tentang seorang yang tidak berguna, dipandang rendah, hidup dengan ketidakbaikan, dan dianggap sebagai sampah masyarakat. Namun, sosok ini dapat hidup dengan ringan dan dapat dikatakan berhasil.

"Kunci untuk kehidupan yang baik bukan tentang memedulikan lebih banyak hal, tetapi memedulikan hal yang sederhana saja, hanya peduli tentang apa yang benar, mendesak, dan penting." (Mark Manson, h. 6)

Selain itu, pembaca akan disadarkan mengenai pentingnya bersikap bodo amat dan beberapa contoh dari bersikap bodoh amat ala Manson.

"Masa bodoh atau bodo amat artinya memandang tanpa gentar tantangan yang paling menakutkan dan sulit dalam kehidupan dan mau mengambil suatu tindakan." (Mark Manson, h. 14)

Bab Dua: Kebahagiaan itu masalah. Sama halnya dengan bab sebelumnya, dalam bab ini akan ada ilustrasi tentang kehidupan dan berbagai kebahagiaan dan kesedihan didalamnya. Kemudian pembaca akan disuguhkan bahasan tentang masalah-masalah dalam kebahagiaan. Kita akan dibuat kalut karena pendapat Manson yang terbilang bertolak belakang dengan pemikiran universal kita.

Bab Tiga: Anda tidak istimewa. Tetap akan ada ilustrasi di bab ini, yaitu mengenai kepercayaan diri yg membuat seseorang nyaman pada delusinya sendiri. Manson, pada bab ini berpendapat bahwa diri ini istimewa adalah bahaya yang dapat membutakan mata dari kenyataan. Ia juga menuliskan bahwa hanya orang luar biasa yg mampu meyakinkan diri bahwa mereka memang tidak istimewa.

Terdengar provokatif, tetapi memang inilah kecerdasan dari penulis. Ia mampu membuat pembaca merutuki kebodohannya sendiri. Mengagumkan.

Bab Empat: Nilai penderitaan. Pada bab ini penulis menjabarkan tentang ukuran penderitaan maupun kesenangan orang. Tentu saja semua orang memiliki ukuran penderitaan dan kesenangan masing-masing. Penulis juga berujar bahwa apa yang dianggap baik terkadang tidak akan baik di mata orang lain karena memang ukuran baik setiap orang itu berbeda.

Bab Lima: Anda selalu memilih. Dalam bab ini, pembaca akan disadarkan penulis mengenai cara mengenali kesalahan, sadar diri, dan bertanggung jawab. Terdengar sepele memang, namun pembaca tidak akan rugi jika membaca bab ini dan kemudian akan sadar tentang kebodohan yang telah terpendam.

Bab Enam: Anda keliru tentang semua hal. Kata Manson, manusia tidak akan pernah mencapai kebenaran. Ia akan terus keliru, sedikit keliru, dan akan semakin sedikit kekeliruan. Mengapa demikian? Tidak perlu bibgung, pembaca akan dipermudah dalam memahami ini dengan bantuan beberapa contoh cerita maupun peristiwa yang berkaitan dengan kekeliruan.

"Kekeliruan membuka kemungkinan adanya perubahan. Kekeliruan membawa kesempatan untuk tumbuh." (Mark Manson, h. 139)

Selain itu, pembaca akan disuguhkan pembahasan tentang kepercayaan diri yang membawa manusia pada narsisme. Sekali lagi, buku ini tidak akan mendikte kalian, tetapi memberi pilihan logis dalam menunjukkan kehidupan.

Bab Tujuh: Kegagalan adalah jalan untuk maju. Manusia akan mengalami kemandegan dalam hidup jika ia mengukur kesuksesan pada dirinya, suka sekali mengukur nilai kesuksesan. Begitulah kurang lebih yang dipaparkan oleh Manson.

Penulis tidak hanya sekedar menyampaikan dalil kritisnya mengenai kesuksesan, tetapi ia juga memberikan contoh serta jalan pilihan dalam menghadapi kesuksesan. Mengenai hal ini, penulis mengungkapkan bahwa cukup lakukan sesuatu, meskipun nantinya akan ada kegagalan, maka kegagalan itu yg akan mendorong anda untuk maju.

"Perbaikan dalam segala bidang dilatarbelakangi oleh ribuan kesalahan kecil, dan besarnya kesuksesan Anda berdasarkan pada berapa kali Anda gagal melakukan sesuatu." (Mark Manson, h. 174)

Bab Delapan: Pentingnya berkata tidak. Dalam bab ini, penulis berpesan agar manusia mampu bertanggung jawab, tahu batasan, kepercayaan, serta perlunya penolakan terhadap beberapa alternatif yang akan membuat anda tahu mana bagian yang memang benar-benar penting.

"Satu-satunya cara untuk mendapatkan makna dan merasakan pentingnya sesuatu dalam hidup seseorang adalah dengan menolak arternatif yang ada, menyempitkan kebebasan, pilihan berkomitmen pada satu hal, satu keyakinan, atau satu orang." (Mark Manson, h. 193)

Bab Sembilan: Dan kemudian anda mati. Manson menuliskan betapa penting dan berharganya kematian. Tidak semestinya manusia takut akan kematian. Takut pada kematian sama halnya dengan takut akan kehidupan.

"Tanpa kematian, semua terasa tidak penting, semua pengalaman, semua ukuran, dan nilai tiba-tiba menjadi nol." (Mark Manson, h. 226)

Buku yang menarik, bukan? Ini tergolong buku yang ringan untuk dibaca. Pembaca tidak akan dibuat pusing karena memang pembahasan dari buku ini terbilang santai. Apalagi pembaca akan disuguhkan ilustrasi yang sesuai dengan bab yang akan dibahas.

Keteranagan:
Judul : Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat
Penulis : Mark Manson
Penerbit : Grasindo
Kota terbit : Jakarta
Tahun terbit : 2016

Post a Comment

0 Comments