"ADAB" UNTUK ABAD 21



21 Lessons adalah buku yang ditulis oleh Yuval Noah Harari. Buku ini berisi tentang 21 adab untuk abad ke-21. Buku yang bergenre sains populer ini terbagi ke dalam lima bagian, yaitu Tantangan Teknologi, Tantangan Politik, Keputusan dan Harapan, Kebenaran, dan Daya Tahan.

Bagian pertama: Tantangan Teknologi. Pada bab ini diawali dengan kisah-kisah masyarakat Liberal, dimana kebebasan setiap individu adalah yang paling utama. Namun, kebebasan individu direbut oleh peranan biotek dan infotek.

Sama halnya dengan masa Homo Deus, manusia mampu menciptakan objek, yaitu algoritma, teknologi, komputer, dan big-data, namun manusia juga yang akan tunduk pada objek ciptaannya sendiri. Selain itu, otoritas manusia beralih ke algoritma, sehingga manusia terus bergantung pada keputusan algoritma. Bahkan objek ciptaan manusia yang digadang-gadang tidak memiliki perasaan atau emosi tersebut, akhirnya mampu mengendalikan emosi manusia.

Algoritma memang diciptakan oleh manusia. Ia tidak mungkin tumbuh dengan sempurna. Namun, ia tidak butuh itu untuk melampaui manusia. Algoritma ini lebih baik dari manusia. Sehingga, ia bisa memegang kontrol terhadap kinerja manusia.

Namun, pada buku ini penulis memberi jawaban atas kegundahan manusia mengenai keganasan teknologi, yaitu mengandalkan diri dengan kemampuan kecerdasan dan kesadaran. Menurut Harari, mungkin saja algoritma membuat keputusan bagi manusia, tetapi tidak mungkin algoritma secara sadar memanipulasi manusia, karena algoritma tidak memiliki kesadaran.

Catatan penting penulis pada akhir bagian pertama adalah manusia dituntut untuk lebih hati-hati, bijaksana, dan memajukan kesadarannya.

“Jika kita tidak berhati-hati, kita akan berakhir sebagai manusia yang turun level (downgraded humans) yang menyalahgunakan computer yang naik level (upgraded computers) untuk mengacaukan diri sendiri dan dunia.” (21 Lessons, h. 78)

Bagian kedua: Tantangan Politik. Pada bagian ini, penulis menjabarkan bahwa ada nasionalisme, agama, dan budaya yang akan membentuk kelompok-kelompok kecil. Dimana kelompok-kelompok kecil ini nantinya akan membuat perubahan. Namun, menurut Harari itu bukanlah suatu perubahan melainkan identitas kuno yang didapat dari cerita.

Sebelumnya, perlu kita tengok mengenai kelompok, yaitu pada masa Homo Sapiens, Berburu dan Pengumpul. Dimana mereka yang dulunya merupakan kelompok besar. Namun, seiring berjalannya waktu menuju zaman modern ini, kelompok tersebut terpecah menjadi bagian-bagian tertentu. Hal ini disebabkan oleh tantangan-tantangan yang mampu diselesaikan oleh beberapa kelompok.

Selain, tantangan penulis menjabarkan bahwa kelompok-kelompok kecil itu nantinya akan diperkuat dengan keberadaan agama dan budaya. Dari mana datangnya itu? Mitos atau cerita telah mendarah daging bagi manusia hingga kini. Namun, bagian terpentingnya adalah bagaimana manusia bisa menjadi lebih baik dan mampu berpikir terbuka terhadap berbagai tantangan.

Bagian ketiga: Keputusan dan Harapan. Setelah mengetahui banyak tantangan dan problematika yang dihadapi, dibagian ini penulis menuntut pembaca untuk mengambil keputusan dan optimis pada harapan.

“…..untuk membangun keputusan yang paling penting dalam sejarah kehidupan, dengan mengakui ketidaktahuan dari pada mengklaim kesempurnaan.” (21 Lessons, h. 231)

Bagian keempat: Kebenaran. Harari menjelaskan bahwa Homo Sapiens adalah spesies pasca-kebenaran yang kekuatannya bergantung pada penciptaan dan keyakinan fiksi. Karena hanya itulah yang dapat membentuk kelompok-kelompok manusia.

Padahal, bergantung pada fiksi adalah suatu kesalahan terbesar manusia, dimana kelanggengan kekuasaaan bertahan lama disana. Maka dari itu, penulis memberikan pesan kepada pembaca supaya mengandalkan diri sendiri, mampu memperoleh informasi, dan membaca literatur ilmiah yang relevan.

Bagian terakhir: Daya Tahan. Bagian ini berisi mengenai bagaimana manusia bisa bertahan hidup pada masa modern. Selain itu, penulis menjelaskan bahwa baik melalui pendidikan, kontrol diri, maupun meditasi otak atau instropeksi diri, yang terpenting dari semuanya adalah pemikiran kritis, komunikasi, kolaborasi, kreativitas.

keterangan:
Judul buku : 21 Lessons
Penulis : Yuval Noah Harari
Penerbit : CV. Global Indo Kreatif
Kota terbit : ManadoTahun terbit : 2018