Warning! Zona Nyaman



Di rumah, tepatnya di atas kasur, rebahan, main HP, dan ngemil adalah aktivitas yang menyenangkan. Apalagi jika aktivitas tersebut dinikmati pada hari-hari libur atau waktu bersantai. Seakan-akan dunia menjadi milik sendiri, dimana hanya diri sendiri yang dapat menikmati masa-masa tenang dan nyaman tersebut.

Pada dasarnya, membuat diri menjadi nyaman merupakan salah satu cara menghindari stress atau depresi akibat beban yang diderita. Salah satunya dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan seperti hal di atas. Bukankah merasa senang dan nyaman lebih baik dari pada terlihat senang ataupun nyaman?

Merasa dan terlihat itu diksi beda, ya? Merasa itu yang bekerja hati atau batin, sedangkan terlihat itu yang bekerja mata. Jika merasa itu hanya diri sendiri yang dapat mengerti, jika terlihat itu pekerjaan orang lain. Dengan ini, kalian telah terperangkap dalam zona nyaman, dimana kondisi ini yang membuat kalian tenang, senang, dan nyaman hingga sulit keluar dari kondisi ini. Enggan untuk keluar lebih tepatnya.

Orang pintar mana yang menginginkan keluar dari zona nyaman? Zona yang bahkan sulit sekali didapatkan. Terkadang banyak orang yang berlomba-lomba untuk mencari zona ini. Tidak jarang banyak orang yang menghabiskan uang hanya untuk mendapatkan zona ini.

Jangan di kira zona nyaman itu hanya rebahan di atas kasur rumah, tentu saja ini tidak akan menghabiskan banyak uang. Tapi bila mana rebahan yang dimaksudkan adalah di atas kasur hotel bintang lima, rebahan di atas kapal very? Bukankah ini perlu uang yang tidak sedikit?

Uang ada namun waktu tidak ada. Ini lebih sulit lagi. Bagaimana bisa disebut nyaman jika waktu yang dibutuhkan untuk meakukan sesuatu yang nyaman tidak ada? Sulit bukan merasakan kenyamanan? Maka dari tidak jarang banyak orang enggan keluar dari zona nyamannya. Mengingat banyak sekali hambatan untuk berada pada zona itu.

Namun, lama-lama berjemur di bawah sinar matahari itu tidak baik. Kulit akan menghitam dan bisa saja panas dan mengelupas. Sama halnya dengan zona nyaman, tidak baik berlama-lama menikmati kenyamanan. Bisa jadi kalian akan tenggelam dalam kenyamanan atau lebih parahnya kalian akan mati dalam lubang kenyamanan yang kalian gali sendiri.

Bingung? Jadi ibaratnya begini, semakin dalam kalian membuat lubang, semakin sulit pula kalian ke luar dalam lubang yang kalian buat. Semakin menikmati kenyamanan semakin lalai pula kalian pada tugas-tugas yang telah dibebankan.

Jika orang pintar tidak akan bodoh dengan meninggalkan kenyamanannya, maka hanya orang cerdas yang mampu meninggalkan kenyamanan demi kenyamanan yang lebih menjanjikan.

Bayangkan saja jika kalian hanya rebahan di kasur, mereka yang lekas bergegas mencari kenyamanan yang lebih menjanjikan akan mencari cara supaya bisa rebahan di atas dollar. Menggelikan? Tidak juga. Sekarang berpikirlah dengan lebih realistis, menjadi karyawan tidak lebih menyenangkan dari pada menjadi bos, kan? Nyaman secukupnya, susah seperlunya.

Coba tengok kehidupan Sapiens pada masa Revolusi pertanian. Kehidupannya menjadi lebih mudah dan bisa dibilang lebih nyaman dari pada kehidupannya pada masa pemburu dan pengumpul. Namun, apa kata Yuval Noah Harari dalan bukunya yang berjudul Sapiens?

Revolusi Pertanian menjerumuskan petani ke dalam kehidupan yang secara umum lebih berat dan kalah memuaskan dibanding kehidupan pemburu dan pengumpul. (Sapiens, h. 96)

Tidak hanya itu, di masa revolusi indrustri ini kalian pasti lebih merasa mudah dan nyaman, bukan? Bagaimana tidak, semua telah dikerjakan oleh mesin-mesin canggih, karya luar biasa dari manusia. Hal ini tidak bisa dipungkiri bahwa semakin mudah saja hidup di zaman yang lebih tua. Namun, ingatlah bahwa sebenarnya manusia telah diperbudak leh karyanya sendiri.

Jika Weber menyatakan bahwa manusia pada akhirnya akan terperangkap dalam kerangkeng besi. Maka, akan sama halnya dengan apa yang sedang kita alami saat ini. Sekuat apapun manusia untuk berusaha lepas dari jeratan hantu-hantu kenyamanan, ia tidak akan punya kesempatan untuk lari darinya. Untuk itu, waspadalah jika kalian telah merasa nyaman. Bisa jadi kalian satu langkah menuju kehancuran kalian sendiri.

Post a Comment

0 Comments