Persoalan Bumi Manusia



Bumi Manusia adalah novel roman pertama dari tetralogi (Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca). Novel ini ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer yang berkisah tentang persoalan bumi manusia pada tahun 1898 sampai 1900-an.


“Duniaku bukan jembatan, pangkat, gaji, dan kecurangan. Duniaku bumi manusia dengan persoalannya.” (Minke, Bumi Manusia)


Pada novel ini, Pramoedya mencantumkan nama Minke sebagai tokoh utama. Minke adalah seorang pribumi sekaligus anak Bupati B yang memiki kesempatam untuk bersekolah besama anak-anak Eropa. Ia termasuk anak yang pandai dan suka menulis di surat kabar dengan nama penanya, Max Tollenaar.


“Kau akan berhasil dalam setiap pelajaran dan kau harus percaya akan keberhasilan, semua kan menjadi mudah, jangan takut apa pun, karena ketakutan itu sendiri kebodohan awal yang akan membodohkan semua.” (Nenenda Minke, Bumi Manusia)


Kisah dalam novel ini dimulai dengan bertemunya Minke pada seorang berdarah campuran Eropa-Pribumi, Annelies Mellema. Ia adalah anak kedua dari Herman Mellema dan Sanikem (Nyai Ontosoroh). Keluarga Mellema adalah keluarga yang terkenal dengan kekayaannya dan disegani oleh banyak orang.


Judul buku     : Bumi Manusia

Penulis           : Pramoedya Ananta Toer

Penerbit         : Lentera Dipantara

Kota terbit     : Jakarta

Tahun terbit   : 2006

Tebal Buku    : 538 halaman
Selain kisah roman tentang kedua insan yang berbeda asal usul itu, Pramoedya juga mengisahkan bagaimana kedudukan Pribumi terhadap Eropa. Penulis menjabarkan bahwa Pribumi dipandang rendah oleh Eropa. tingkatan tertinggi pada waktu itu dipegang oleh Eropa, kemudian Indo (campuran Eropa-Pribumi) dan Pribumi mendapat tingkatan terendah.


Bahkan dalam novel ini, diceritakan tentang betapa kuasanya Eropa dalam berbagai hal. Misal saja mengenai sekolah, hanya orang Eropa, Indo, dan anak-anak Bupati Pribumi atau sejenisnya yang bisa masuk sekolah Eropa (ILS dan HBS). Anak yang bisa masuk sekolah tersebut memiliki pandangan yang baik dimata masyarakat.


Oleh sebab itu. dalam novel ini disebutkan oleh penulis bahwa dulu banyak masyarakat yang buta huruf. Orang yang mengerti baca tulis adalah orang yang dianggap tinggi derajatnya. Selain itu, banyak orang orang yang mencoba mendapatkan perhatian dari Eropa supaya mendapat jabatan yang tinggi.


Sama halnya dengan kisah Nyai Ontosoroh yang dijual ayahnya kepada Tuan Mellema, Ayah Annelies. Ayah Nyai ini menginginkan jabatan sebagai juru keuangan. Inilah kisah dari Nyai, ia dijadikan gundik (perempuan simpanan) Eropa. Meskipun demikian, Sanikem (Nyai Ontosoroh) tumbuh menjadi perempuan hebat yang tidak bergantung pada suaminya, Tuan Mellema.


“Jangan sebut aku perempuan sejati jika hidup hanya berkalang lelaki. Tapi bukan berarti aku tidak butuh lelaki untuk aku cintai.” (Nyai Ontosoroh, Bumi Manusia)


Selain itu, kekuasaan Eropa juga merambah di bidang hukum. Dimana hukum kulit putih (Eropa) lebih diunggulkan dari pada Pribumi. Seperti yang ditulis Pramoedya dalam novel ini, seorang seperti Nyai Ontosoroh, ia tidak bisa disebut sebagai istri dan ibu yang sah dalam hukum. Sekalipun ia menjalin hubungan suami istri dan melahirkan anak dari orang Eropa, ia tetap diakui hukum karena ia tidak pernah dinikahi secara hukum.


Hal ini juga berlaku dengan warisan. Segala kekayaan yang dimiliki Tuan Mellema dan Nyai Ontosoroh adalah milik keturunan sah (Eropa) keturunan Mellema. Sekalipun keturunan itu tidak pernah andil didalamnya, keturunan sah tetaplah yang memiliki kuasa dan hak penuh.

Pun dengan pernikahan. Penulis menjabarkan bahwa sekalipun pernikahan antara Minke dan Annelies sah secara agama, pernikahan ini belum sah dalam hukum (Eropa). Jadi, status Annelies adalah Juffrouw (nona) bukan Mevrouw (Nyonya).


Novel dari Pramoedya ini sangat berisi dan penuh edukasi didalamnya. Novel edukasi ini akan mengisi otak dengan wawasan dan pengetahuan di masa lalu. Meskipun didalamnya terdapat bahasa-bahasa yang sulit dipahami karena berdasarkan kebahasaan di tahun 1890-an, namun terdapat berbagai catatan yang dapat membantu pembaca.