Kebahagiaan itu Keberuntungan atau Kepandaian Penikmat?


Kebahagiaan bisa dikatakan sebagai keinginan atau bahkan tujuan seseorang. Hal ini tentu tidak terlepas dari rasa senang, puas, maupun kesesuaian dari diri orang tersebut. Bahkan kebahagiaan ini perlu usaha dan banyak cara untuk dirasakan. Sebagai misal sebagian kecil kebahagiaan calon mahasiswa adalah diterima masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Mereka akan berusaha dan melakukan berbagai cara untuk masuk PTN impian. Bisa dengan belajar sebagai usaha dan masuk berbagai jalur sebagai caranya.

Calon mahasiswa akan merasakan kebahagiaannya sekaligus rasa lega seandainya mereka diterima PTN impiannya. Sebaliknya, mereka akan menelan pahitnya kekecewaan saat mereka tertolak di PTN impiannya. 

Lantas selanjutnya apa? Tentu, masih banyak cara dan butuh usaha lebih untuk mencapai itu. Selanjutnya, ketika telah menjadi mahasiswa, orientasi kebahagiaan akan beralih pada keinginan untuk mendapatkan beasiswa. Mungkin tidak semua mahasiswa, tetapi sebagian mahasiswa pasti menginginkan beasiswa. Siapa yang tidak mau mendapatkan uang saku dari jerih payah sendiri, ya kan?

Namun, butuh usaha untuk mendapakannya. Sekali lagi, mahasiswa akan merasakan kebahagiaannya ketika ia mendapatkan beasiswa dan rasa kecewa, serta kurang puas ketika ia tidak memperoleh beasiswa. Dari permasalahan tersebut, apakah dalam kebahagiaan terdapat andil dari keberuntungan? Ataukah kebahagiaan itu adalah kepadaian dari penikmat? Keberuntungan itu hanya ada setelah usaha, bisa diartikan ia tidak datang dengan sendirinya. Keberuntungan tidak pula jatuh dihadapan seseorang yang diam saja. Jadi keberunungan itu hanyalah kata lain dari pasrah atau menyerahkan hasil kepada Sang Kuasa atas usaha yang telah dilakukan.

Selain itu, kebahagiaan juga termasuk kepandaian dari penikmat, maksudnya kepandaian bersyukur atas segala yang telah diusahakan. Sebagai misal, ada calon mahasiswa yang tidak diterima PTN impiannya. Namun, ia merasa bahagia karena bersyukur telah ditolak dan mendapatkan PTN yang lebih cocok dari PTN impiannya. Pun halnya dengan beasiswa, mendapatkan beasiswa, ya bersyukur, tidak dapat pun, ya bersyukur. Mendapatkan beasiswa berarti harapan sesuai dengan keinginan, tidak mendapat pun berarti harus berusaha lagi dengan mencari beasiswa yang sesuai. Dengan ini, kebahagiaan akan selalu hinggap dan bersemayam dalam diri.

Dari pemaparan tersebut, jadi, kebahagiaan itu keberuntungan atau kepandaiaan penikmat? Ya, keduaya, keberuntungan setelah berusaha dan kepandaian dalam bersyukur. Kebahagiaan bukan lotre, Kawan. Jadi jangan mengandalkan keberuntungan. Ia juga bukan angka yang bisa kalian kalkulasi. Sebenarnya, kebahagiaan itu sederhana. Bukan karena mudahnya diperoleh, tetapi karena hanya kalian sendiri yang dapat merasakannya. So, take it easy.

Post a Comment

0 Comments