Berani Berbeda: Rahasia Jack Ma Menjadi "Successful Man" Kelas Dunia



Siapa belum pernah mendengar nama satu ini, Jack Ma? Jika belum, mari berkenalan. Untuk membuktikan siapa beliau, bolehlah kita mencoba mengetik nama beliau pada pencarian Google, dan boom, akan ada banyak artikel yang membahas tentang beliau. Salah satunya, WikiPedia akan menampilkan sosok berkebangsaan Chinese yang menjadi co-founder AliBaba, perusahaan terkaya di China. Padahal, mendengar nama China, biasanya yang hadir dalam mindset kita adalah, orangnya kaya-kaya, mereka memiliki skill bisnis yang mengerikan, dan kebanyakan, jalan utama dengan pernik toko-toko hampir di setiap kota di penjuru negeri kita ini dikuasai oleh masyarakat dengan bangsa ini. Nah, kali ini, coba kita mengenal sosok terkaya di China. Bagaimana sih rupanya?

Jack Ma pernah diakui sebagai orang yang paling berpengaruh di dunia urutan ke-22 pada tahun 2015 silam. Apa yang membuat beliau begitu berpengaruh? Perusahaan Alibaba Group di China, sebagai sebuah e-commerse, ia merupakan perusahaan yang mampu mencapai aset milyaran US Dollar. Dari sebuah sumber, penulis menemukan pendapatan AliBaba company tertanggal 19 September 2014 mencapai US$231 milyar. Empat tahun setelahnya, 19 September 2018, angkanya berubah lebih fantastis lagi, yakni US$352.28 milyar. Merasa gemas dengan angka itu. Apakah itu wujudnya uang semua?

Sorotan yang hendak dihadirkan di sini bukan masalah perekonomian beliau. Sebab, alasan mendasar saja, nampaknya Jack Ma bukan dikenal akan keberhasilannya di bidang ekonomi tetapi cara untuk berhasil mencapai tujuannya. Jelas studi yang ingin ter-highlighting kali ini adalah bagaimana perjuangan Jack Ma, sang founder sehingga bisa berkarya sedemikian dahsyatnya hingga pengaruhnya di dunia begitu signifinikan.

Sang founder, Jack Ma memulai itu semua dari mimpinya. Seorang anak dengan background ekonomi keluarga yang pas-pasan, bahkan tergolong rendah, memiliki cita dan kemauan yang kuat terhadap mimpinya. Ia melihat dunia dari sudut yang berbeda dari lainnya. Jika kebanyakan masyarakat melihat peluang sebagai sebuah keberuntungan, maka Jack Ma ingin menciptakan itu. Beliau dahulu memang dipandang sebagai seorang yang memiliki pemikiran berkelas ‘gila’. Jack Ma sering dicemooh dan dicap rendah bagi orang lain. Orang lain menganggap dia ingin menciptakan sesuatu yang ‘tidak masuk akal, tidak mungkin’. Namun beliau tidak mempermasalahkan itu. Biarlah orang lain mengeluh. Beliau memilih untuk tidak melakukan itu. Biarlah orang lain merendahkan, dan beliau tetap memilih untuk gigih dalam mewujudkan citanya.

Jack Ma memang membangun perusahaan dengan memanfaatkan jaringan internet. Mungkin sangkaan kita, awal mulanya beliau sudah benar-benar paham dengan internet. What I am talking is a big NO. Beliau menyebutkan bahwa sebelumnya, jangankan internet, memegang komputer saja, beliau tidak pernah. Namun karena beliau tetap memilih untuk gigih, terwujudlah apa yang beliau inginkan.

Pesan Jack Ma yang masih terngiang dalam telinga adalah "kita yang masih muda, katakanlah usia 25 tahunan, jangan pernah berhenti untuk terus berlari mengejar mimpi-mimpi kita". Realistis itu diperlukan. Namun alangkah baiknya jika impian itu tetap diperjuangkan. Sebuah ujaran menarik dari film GullyBoy dengan pemeran utama Ranveer Singh patut dihadirkan di sini. Ranveer mengatakan bahwa ‘Saya ingin realita mengikuti mimpi saya, bukan sebaliknya.’ Caranya bagaimana? Apakah kita bisa?

Melihat orang-orang sukses, biasanya memang yang menyolok hanya hasil tanpa kita melihat dan mengamati bagaimana proses-nya. Padahal, jika kita melihat, beliau-beliau benar-benar berjuang untuk bisa mencapai itu semua. Jika terjatuh, bangun lagi. Jatuh, bangun lagi. Begitu seterusnya. Sampai apa yang diinginkan bisa hadir di depan mata. Sebenarnya kita bisa, hanya perkaranya mau atau tidak. That’s it.

Mimpi itu perlu diperjuangkan. Hidup sendiri adalah proses berjuang. Sejak kita terlahir dari rahim ibunda, bukankah kita juga berjuang untuk bertahan? Berjuang adalah makna dari hidup. Jika kita memiliki mimpi dan hanya tidur membayangkan semua sudah tergenggam, maka kapan ia menjadi sebuah wujud?

Jack Ma mengatakan, anak muda biasanya memiliki ide brillian ketika malam tiba. Namun sayang, pagi harinya, mereka masih saja terjebak dengan rutinitas yang sama. Jika kita tidak melakukan hal yang berbeda, lantas bagaimana kita bisa mendapatkan hal yang berbeda?

Saat peluang itu tercipta, jika Jack Ma memilih untuk tidak merombak inovasi, kemungkinan besar hari ini tidaklah sama dengan Jack Ma yang sekarang. Namun, beliau memilih untuk terus mewujudkan apa yang bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak. Tujuan Jack Ma lainnya adalah bagaimana ia bisa terjun dan bermanfaat bagi orang banyak. Awal mula beliau memilih untuk terjun di bidang ini adalah, ketika kata China diketik pada search engine (SE) Yahoo, beliau tidak menemukannya. Jack Ma memiliki cita agar setidaknya, dia bisa menghadirkan kata itu di SE. Dengan belajar, berusaha, maka, apa yang terjadi sekarang? Bukan hanya China yang bisa didapatkan di SE. Bahkan pengaruhnya banyak menginspirasi orang. Perusahaannya bisa meraup tenaga kerja. Hidupnya bermanfaat, bukan?

Prinsip Jack Ma sederhana. Ia ingin hidupnya bisa mencipta karya yang berguna. Dahulu, Jack Ma belum mendapatkan omset ketika proses babad berlangsung. Namun, bermula dari mendapatkan banyak email dari pelanggan, bahwa apa yang ia lakukan benar-benar bermanfaat, maka Jack Ma semakin giat. Ia senang jika ia bisa membantu orang lain. Begitulah kisah Jack Ma. Ia benar-benar memiliki jiwa sosialis yang tinggi. Kebanyakan orang yang benar-benar ‘menjadi’ tidak berangkat dari rasa gengsi. Namun beliau-beliau memulai dari nurani.

Kisah Jack Ma sangat menginspirasi. Kita memiliki dua pilihan setelah menelaah kisah beliau. Merenung, kemudian melakukan perencanaan dan aksi untuk terus berproses, atau kembali berkutat dengan habituasi yang begitu-begitu saja, kurang produktif dan lain sebagainya? Masih ingat sebuah ujaran yang asyik dari Jack Ma? Saya sekarang adalah betukan dari saya sebelumnya. Dan saya di masa depan, saya kira rumusnya masih sama.

Selamat mewujudkan mimpi. Selamat berproses. Kita sukses dan bermanfaat bersama, ya?

Post a Comment

0 Comments