Renung Kemanusiaan


Jauh di lubuk sangkar jelaga
Hendak totalitas daku mengenal-Nya tanpa sekat dan mencutat nama
Nihil akan hasrat kemanusiaan yang nyata
Menanggal hiruk-pikuk pikulan beban sepanjang nyawa itu bermasa

Tak terperi seberat pun zarah diperhitungkan
Sehelai rambutpun banalitas  pergelutan usaha teruntuk hidup  adalah anugerah yang enggan dinapikan
Memang, hampir tidak mungkin
Nafas-nafas harapan harus kupenggal dan menyebutnya dengan sarkas “sungguh keterlaluan!”

Toh, hidup bukan semata menyoal kalkulasi usia itu yang kau sombongkan
Setumpuk perhiasan dunia janganlah dijadikan alasan
Menabuh jumawa sebangsa penuh keangkuhan
Bahkan kau tahu tanpa harus disebutkan
Malaikat Izroil itu datang berkat titah Tuhan
Tahta, kaya dan rupa tak berlaku dijadikan sogokan

Pun satu malaikat tak pernah masuk tribun surat kabar kawan!
Apalagi sekadar usil karena menjadi target operasi tangkap tangan
Tak mungkinlah ia mengkhianati Tuhan
Terlebih lagi bak coretan merah koruptor di Senayan

Ah, apalah daya, raga tak mampu kau banggakan
Sebab, hanya kan terpendam dalam tanah yang pernah kau caci maki dan hinakan
Meski dengan bebal kerap kali kau timbun ia berlapiskan aspal hitam dan cor-coran  
Tapi takdir pengakhiran itu tetap cerita hidup yang tak terelakan  

Dan sepi kesendirian dalam gelap adalah sejatinya teman
Pun membusuk termakan hewan menjadi bagian
Sementara musuhmu berucap syukur tak terkirakan
Terpikal-pikal mengumbar tawa mengiring duka perkabungan

Kecuali memang, kau termasuk golongan mereka yang dimuliakan
Namanya menggetarkan mihrab bangsa kelangitan

Kesempurnaan pun keabadian hanya kekal milik Tuhan
Yang berwujud bagi makhluk hanya proses memaksimalkan
Akal, anugerah terbesar-Nya jangan kau sia-siakan
Nurani lentera bahasa kebeneran terlalu naïf kau acuhkan
Rasakan, cukuplah semua terkontrol sadar dikendalikan
Porposional menjiwai hidup, menikmatinya tanpa paksaan 

 __Ruang Gelap Penuh Kesangsian, 11 April 2019


Penulis
Dewar Al-Hafiz
Mahasiswa Filsafat Pascasarjana IAIN Tulungagung

Post a Comment

0 Comments