Kata Agamaku, Perempuan itu?




Perempuan merupakan makhluk kedua yang diciptakan oleh tuhan setelah laki-laki. Lahirnya perempuan didunia membawa pengaruh yang sangat besar bagi peradaban. Perempuan memiliki peran dan fungsi yang penting. Tidak hanya itu, perempuan juga mampu mengombinasikan antara rasa, cinta dan karsa.
Lahirnya perempuan tidak serta merta diterima oleh kaum laki-laki. Kasus-kasus seperti pelecehan seksual kerap kali terjadi. Sejak Nabi Adam sampai sekarang pun perempuan masih menjadi misteri yang belum bisa dipecahkan dan sering mengundang perselisihan. Problematika tentang perempuan ini sering disangkut-pautkan dengan masalah Agama.

Agama mengatakan bahwa perempuan derajatnya lebih rendah daripada laki-laki. Sehingga, perempuan hanya mampu berdiri dan berada satu langkah dibelakang laki-laki. Benar seperti itukah Agama memaknai tentang perempuan? Hingga perempuan dianggap sebagai kaum yang lemah dibandingkan laki-laki. Walaupun di Agama juga mengatakan bahwa perempuan itu kaum yang dimulyakan oleh Rasulullah SAW.

Bila kita menelisik sejarah pada zaman sebelum kenabian yaitu pada masa jahiliyah dimana perempuan dianggap sebagai aib dan berhak untuk dikucilkan bahkan para kaum yahudi bila mengetahui istrinya melahirkan anak atau bayi perempuan maka bayi tersebut harus di musnahkan. Begitu sangat tragis dan kejam manusia pada masa itu menganggap perempuan.

Kaum perempuan dihadapkan dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan masalah rumah tangga. Sementara itu, laki-laki memegang kekuasaan penuh dalam perputaran roda kehidupan. Sehingga apapun yang dihasilkan oleh kaum perempuan dianggap tak memiliki arti.

Seiring berkembangnya zaman munculah tokoh-tokoh yang mengemansipasi perempuan. Mereka bersih keras untuk menyama-ratakan gender antara perempuan dan laki-laki. Karena, bahwasanya perempuan dan laki-laki juga memiliki kecerdasan dan pemikiran yang sama, tetapi mungkin ada beberapa pekerjaan yang dikerjakan oleh laki-laki dan perempuan tidak bisa meninggalkan sifat aslinya.

Harus kita ketahui bahwa di Agama perempuan juga memiliki arti penting. Agama sangat menjunjung tinggi keadilan yang mana tidak ada pembeda antara laki-laki dan perempuan. Perempuan bebas mencari ilmu seluas-luasnya. Perempuan juga bebas berusaha dan bekerja semampu mereka tanpa ada sebuah pengekangan.

Lalu bagaimanakah mengenai penyetaran gender? Gender sendiri merupakan perbedaan alat kelamin antara laki-laki dan perempuan yang tidak disebabkan oleh faktor biologis ataupun kodrat Tuhan, melainkan diciptakan oleh laki-laki dan perempuan melalui proses sosial yang sangat panjang. Oleh karena itu gender dapat berubah dari waktu ke waktu, tempat ke tempat, bahkan dari status sosial.

Lalu bagaimanakah pandangan Agama Islam mengenai penyetaran gender tersebut? Begitu dinamisnya gender maka Agama Islam juga memiliki perspektif mengenai gender. Agama Islam mengakui bahwa Perempuan adalah manusia mukallaf sebagaimana laki-laki. mereka diperintahkan untuk beribadah kepada Tuhan mengerjakan sesuatu yang diperintah dan meninggalkan larangannya.

Pada dasarnya, Islam memberikan kesempatan yang sama antara laki-laki dan perempuan. Tidak hanya di Agama Islam tapi di Agama lain pula. Perempuan memiliki kesempatan seperti halnya laki-laki untuk berkarir, berkarya dan mengembangkan diri.

Seperti yang saya bahas diatas bahwasanya Agama Islam sangat menjunjung tinggi keadilan. Keadilan yang diberikan dalam Islam berupa kesetaraan dan kesederajatan tentang hak-hak dan kewajiban kepada kaum laki-laki maupun perempuan disesuaikan dengan tanggung jawabnya masing-masing. Jadi, Islam tidak memandang identik atau persis sama antara laki-laki dan perempuan. Islam juga tidak pernah menganut prefensi dan diskriminasi yang menguntungkan laki-laki dan merugikan perempuan. Islam menggariskan tentang kesetaraan. kesetaraan mengandung makna kesucian, karena kata-kata ini mencangkup pengertian keadilan dan tidak adanya diskriminasi.

Begitu indahnya hidup ini bila kedamaian terciptakan. Perlu juga menjadi bekal bagi kita bahwa sudah sangat jelas bahwa perempuan dan laki-laki mempunyai hak yang sama yakni hak sebagai manusia (dibaca: mahluk yang diciptkan dari intisari tanah). Tuhan menciptakan perbedaan agar kita saling melengkapi dan bersatu, bukan malah rusuh dan saling membanggakan diri.

Perempuan adalah aset terbesar dalam negeri. Tanpa adanya laki-laki pun aset itu tak mungkin akan berkembang. Oleh karenanya, tetaplah optimis dan yakin bahwa setiap manusia itu berharga entah dia laki-laki atau perempuan.


Post a Comment

0 Comments