Manusia Audio Visual



Televisi adalah salah satu media elektronik audio visual yang mampu menampilkan berbagai informasi dan hiburan. Televisi memuat banyak tayangan yang disuguhkan untuk masyarakat local maupun dunia. Sekarang, Eksistensi Televisi sudah menjadi kebutuhan primer yang wajib dipenuhi oleh setiap rumah.


Mengingat betapa eksisnya Televisi saat ini, hal itu tidak akan lepas dari sejarahnya. Televisi yang dulu, hanyalah sebuah tabung yang dibungkus lempengan besi kotak. Dulu ukurannya besar, bahkan samapai memenuhi ruangan. Televisi tidak memiliki beragam warna, hanya hitap dan putih. Program yang ditayangkan juga terbatas, hanya pemberitaan aktivitas kenegaraan. Namun, lihatlah televisi yang sekarang, Televisi semakin baik saja. Bagaimana tidak? Televisi sekarang dirancang sedemikian rupa dan pastinya lebih canggih dan menarik. Dilihat dari bentuknya, ia sekarang menjadi tipis dan bahkan dapat ditempelkan di dinding. Televisi sudah berwarna-warni dan gambar yang ditayangkan nampak seperti aslinya. Bahkan program-program yang ditayangkan mulai beragam. Mulai dari berita, talkshow, olahraga, hiburan, dan berbagai isu-isu dunia pun ada.

Melalui banyaknya program yang tayang di Televisi, eksistensinya semakin melejit saja. Hal ini juga tidak terlepas dari peran-peran sponsor didalamnya. Setiap jeda suatu program tayangan pasti akan diisi oleh berbagi sponsor. Terkadang demi menyukseskan suatu program Televisi, pihak stasiun televisi menerima begitu saja tawaran sponsor tanpa mempertimbangkan baik buruknya sponsor tersebut. Bisa dilihat sekarang betapa maraknya sponsor-sponsor yang menampilkan hal yang tidak senonoh. Misal, penayangan iklan sabun mandi. Hal ini mungkin dianggap sepele namun, hal ini tidak layak ditayangkan karena adanya adegan yang memperlihatkan bagian tubuhyang seharusnya tertutup. Mengingat bahwa tidak hanya orang dewasa saja yang menonton Televisi, melainkan juga anak-anak.

Selain iklan-iklan yang bermasalah, program-program televise juga perlu diluruskan. Tayangan-tayangan di Televisi seakan-akan telah tergerus eksistensi. Tayangan televisi mulai mengabaikan etika-etika penyiaran, terutama penayangan FTV yang tidak berpendidikan. Penayangan FTV kurang lebih menampilkan kisah-kisah romantis yang berlebihan. Hal ini secara tidak langsung akan memberikan dampak negatif bagi remaja. Bagaimana tidak? Diusianya yang labil, mereka cenderung menjadikan idola FTV-nya sebagai panutan. Selain FTV, infotement juga kurang lebih memberi dorongan negatif kepada pemirsanya. Kita ambil contoh dari masalah rumah tangga. Perceraian ataupun kekisruhan rumah tangga seakan-akan menjadi hal yang menarik untuk diumbar-umbar. Dikhawatirkan pemirsa yang tidak bijak dapat meniru hal semacam ini.

Semakin tinggi eksistensi semakin tinggi pula resiko yang ditanggung. Begitulah ungkapan yang tepat untuk mendeskripsikan masalah ini. Tingginya eksistensi televisi ini dijadikan para kapitalis untuk mengepakan sayapnya dalam bidang pemasaran produk. Misal saja pemasaran produk kecantikan. Zaman sekarang, perempuan giat sekali mempercantik diri. Demi menunjang kebutuhan perempuan, hal ini dimanfaatkan oleh kapitalis untuk memproduksi berbagai atribut kecantikan. Secara tidak langsung, perempuan akan membantu pihak kapitalis memperkaya diri. 

Bagi pemirsa sendiri, perlu menanamkan sifat kritis dan bijak dalam menonton program-program televisi. Baik penyiar televisi maupun pemirsa harus mampu bekerja sama demi kesuksesan pertelevisian yang berkualitas.

Dari dulu hingga sekarang, Televisi merupakan media utama yang mudah dijumpai dan sumber informasi teraktual. Sebagai pemirsa yang bijak, mendukung tayangan berkualitas sangatlah penting. Hal ini dilakukan demi menghindarkan tertelannya tayangan Televisi dari eksistensi belaka.

Post a Comment

0 Comments