"Ngopi" Konkow Persoalan Mimpi



"Ngopi, istilah cangkrukan sambil menikmati secangkir kopi dengan penuh cita rasa tinggi."

Perkembangan peradaban digital membawa istilah Ngopi kedalam kegiatan nongkrong di warkop ber-WiFi. Sebenarnya, Ngopi tidak hanya dilakukan ditempat yang ber-WiFi saja. Asal ada kopi, tempat yang pas berbagi dan berdiskusi, kegiatan Ngopi dapat berjalan. Ngopi perlu adanya teman yang dapat diajak berdiskusi atau hanya sekedar ngobrol. Itulah yang membuat Ngopi menjadi menyenangkan.

Ngopi dapat dilakukan oleh berbagai kalangan, bisa orang awam ataupun mahasiswa. Namun, Ngopi-nya orang awam tidak bisa disamakan dengan Ngopi -nya mahasiswa. Ngopi-nya orang awam, sekedar menikmati kopi dan menjaga daya tahan mata supaya tidak mudah Ngantuk. Orang awam Ngopi tidak memerlukan teman akrab, asal mau datang ke warkop dan Ngopi begitu saja. Dengan bigitu mereka akan mendapatkan teman ngobrol. Meskipun obrolan yang dilontarkan asal, namun itulah yang menjadikan menarik Ngopi-nya orang awam.

Berbeda dengan mahasiswa, mereka Ngopi dengan gaya yang berkelas. Loh, maksudnya? Ngopi ala mahasiswa tidak hanya sekedar meminum kopi. Kopi hanyalah sebagai pemanis dalam Ngopi. Ngopi-nya mahasiswa memiliki tujuan penting, seperti berdiskusi masalah tugas kampus, dan membicarakan isu-isu yang lagi booming saat ini, termasuk isu calon gebetan baru yang lagi booming di kampusnya, “eh”. Tidak ada diskusi maka tidak hiduplah Ngopi dan tidak ada tujuan yang hendak dicapai. Mahasiswa tentu berbeda dengan orang awam. Mahasiswa harus bisa memanajemen waktunya untuk kegiatan yang bermanfaat. Asalkan bukan uang di kantong sediri, yang luput dimanfaatkan teman buat traktiran. Wajar kebanyakan mahasiswa masih mengandalkan biaya bulanan dari orang tua untuk kegiatan Ngopi-nya. Jadi, irit bahan bakar dompet juga diperlukan untuk bertahan hidup satu bulan ditanah perantauan.

Ngobrol dan berdiskusi di warung kopi adalah salah satu pemanfaatan waktu luang yang berfaedah. Selain dapat mengisi waktu suwung kita, juga dapat bercengkrama mesra dengan bibir cangkir kopi yang pahit manis itu. Seolah mengkoyak realita dengan bibir bekas kopi berlogika. Faedah yang didapat juga seharga kopi yaitu, menghibur diri sekaligus mendapatkan ilmu yang entah apa manfaatnya. Inilah makna lain dari “belajar tidak hanya didalam ruangan kelas”. Warung kopi juga bisa kita sulap menjadi ruang perkuliahan yang asyik dan tidak tegang. Tidak seperti didalam kelas kampus yang sempit ruangan dan sempit fikiran itu. Diruang kelas perkuliahan hanya dosen yang maha kuasa diatas mahasiswa “mahanya maha”. Tidak ada kesetaraan kedudukan dibangku keilmuan kampus, itu hanya ada di tempat Ngopi saja bagiku. Berbagi ilmu di warung kopi dengan pembawaan yang santai tapi serius, tiada absensi dan tiada nilai tetapi lebih bernilai dari nilai "IPK". Adanya adalah Ngopi (ngolah pikir). Sudah jelas, ilmu akan mudah masuk dan terserap di otak karena sudah Ngolah Pikir, menimba ilmu dari teman-teman tanpa adanya tekanan dari dosen di kampus.

"Pada dasarnya Ngopi tetaplah ajang konkow bareng teman maupun saudara, tentunya bukan sama pacar, karena orang jomblo menyebut itu “kencan” dan objeknya sama yaitu “kopi”."

Keterangan tempat Ngopi adalah WARKOP (warung kopi) atau kafe. Bedaanya dengan orang awam hanyalah terletak pada subjeknya, yaitu orang awam dan mahasiswa. Teman ngobrol ataupun berdiskusi tentu predikat kegiatan yang dilakukannya, ngobrol asal dan berdiskusi. Bagi kalian para mahasiswa, tentu hal ini tidaklah sulit untuk membedakan rutinitas mahasiswa dengan rutinitas masyarakat awam. Namun, tetapah keduanya juga memiliki batasan yang sama. Batasan disini maksudnya adalah tetap memperhatikan kesehatan sob. Sebab,di warung kopi kesahatan jarang masuk dalam perdiskusian atau hanya sebatas obrolan saja.

Meminum kopi secara rutin, memiliki resiko yang lebih rendah terkena penyakit jantung. Tetapi, pola hidup dan pola makan tetap perlu diperhatikan. Biasanya mahasiswa Ngopi dengan ditemani oleh rokok. Karena, akan terasa hambar jika Ngopi tidak ditemani dengan rokok, katanya. Problem inilah yang dapat meneyebabkan mudahnya penyakit bersarang.

Semua itu dapat dicegah dengan melakukan cara yang positif. Ada beberapa tips dan trik untuk Mahasiswa yang ingin Ngopi secara positif dan berkelas yaitu, cari tempat yang teduh dan bebas dari pengaruh perokok yang tidak beli alias minta teman, kalau-pun tidak ada teman lainnya juga tidak apa. Terpenting, ajak teman yang mampu berdiskusi, dan sibukkan diri dengan materi yang didiskusikan. Usahakan fokus terhadap materi diskusi. selanjutnya, aktif berpendapat dan bertanya dalam diskusi, meskipun kebanyakan bertanya merupakan tanda “tidak tahu”. Paling tidak "jujur" walaupun harus “malu”. Pepatah mahasiswa mengatakan, “malu bertanya sesat tidak tahu apa-apa”.

Persoalan semacam ini tidak hanya menjadikan Ngopi sebagai ajang konkow biar lebih berkelas, juga menjadikan hidup lebih berkelas. Jadilah mahasiswa yang berkelas meskipun hanya sekedar Ngopi. Ubah mainset kalian, duhai mahasiswa yang berencana "abadi" menjadi abdi dalem kampus tercinta. Jadikan-lah Ngopi-mu lebih berkelas dengan diskusi dan ngobrol pintar.

"Waktu kalian tidak akan terbuang sia-sia jika hanya dengan Ngopi, karena dengan Ngopi kita berdiskusi membicarakan mimpi yang tertunda."

Post a Comment

0 Comments