Dosen Killer Primadona Mahasiswa


"Dosen killer, sepertinya sangat cocok untuk sebutan bagi mereka, para dosen yang jarang sekali ramah pada mahasiswa-nya."

Ramah menurut para mahasiswa sebenarnya sederhana saja, seperti mudah tersenyum dan membuat banyolan ringan yang mengusir ketegangan suasana dalam kelas. Dosen ramah yang semacam ini, biasanya menjadi primadona mahasiswanya. Kenapa tidak? Daya tarik tersendiri bagi dosen idaman kebanyakan mahasiswa misalkan saja, hanya dengan mendengar namanya saja, berbagai macam ekspresi tergambarkan diraut wajah mahasiswa. Mulai dari ekspresi bahagia, kagum, sampai ekspresi yang sulit dijabarkan. Dengan begitu, seolah terpancar aura malaikat pemberi IP (Inspirasi Pintar = keringanan nilai) bagus dan penuh toleransi meskipun jarang masuk kuliah. Sekalipun masuk kuliah itu juga masih terlambat(terlambat bangun/bangkong), ujung-ujungnya ruang kelas WIB (Warung Idaman Bersama = warung kopi) jadi solusi terahir. Karena keseringan mengambil kelas WIB, kebanyakan mahasiswa mendapatkan reword dari kampus, berupa IPK (Indeks Prestasi Kopi – dalam bahasa inggris copy) tertinggi diantara yang paling berprestasi.

Maka dari itu, sosok dosen killer sangat berperan aktif dalam mencerdaskan mahluk sebangsa mahasiswa semacam itu. Agar kelak setelah selesai kuliah menjadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa. Meskipun banyak perspektif juga mengenai keberadaan dosen killer, tetapi pada dasarnya dosen killer juga manusia, memiliki dua sisi mata koin (pro atau kontra) bisa dianggap baik atau buruk, itu semua disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan mahasiswa yang menghadapinya.

Dosen killer memiliki sifat yang identik yang menjadi ke-unik-an tersendiri. Sifat tegas menjadi sifat bawaan dosen killer. Sifat tegas ini cenderung diartikan sebagai ekspresi marah oleh mahasiswanya. Bagaimana tidak? Dosen ini jarang sekali tersenyum, memiliki tatapan yang tajam dan berbicara dengan nada yang ngegas. Mahasiswa menyebut ini dengan sifat PMS(Pra-Menstruasi). Kenapa begitu? Hal ini dikarenakan ketika masa PMS, keadaan emosi selalu naik-turun atau tidak stabil. Keadaan seperti inilah yang membuat sebagian besar mahasiswa takut untuk mendekatinya. Padahal masih Pra, level nggas – nya sudah mencapai tensi darah tinggi. Belum lagi kalau sudah PMS, duduk di kelas perkuliahan serasa ikut persidangan di pengadilan negara. 


Selain itu, dosen killer tidak pernah absen dari pemberian tugas. Mungkin ini adalah hobinya. Dosen killer gemar sekali memberi tugas kepada mahasiswanya, baik secara langsung ataupun tidak. Tugas yang diberikan juga berfariasi, seperti fariasi bentuk roti yang lagi trend sekarang. Dosen ini suka sekali memberikan soal yang membunuh mahasiswanya. Bagaimana tidak? Memang soal yang diberikan sedikit, mungkin dua sampai tiga soal. Namun jangan tanya, soal ini menjadi juara kedalam nominasi soal terkutuk sepanjang masa. Kenapa begitu? Soal yang diberikan rata-rata sulit. Lebih parahnya, batas pengumpulan tugas lebih cepat dari waktu yang dijadwalkan. Fantastis bukan? 

Dosen killer memang memiliki sifat yang unik. Dosen ini memiliki pembawaan tenang dan tegas. Terlihat sekali dari pemberian materi di kelas. Dosen killer lebih cenderung menyukai suasana kelas yang tenang dan fokus. Suasana kelas yang tenang dapat meminimalisir adanya kegaduhan, “eh” kok kayak anak SMA aja. Positifnya, mahasiswa pun tidak akan mudah teralihkan fokusnya. Iya, fokus pada jam dinding kelas saja sih, melihat waktu yang tiba-tiba melambat untuk beranjak, seolah waktu tak mampu mendukung mahasiswa untuk mengamankan diri dari ketenangan yang menegangkan. Pemberian materi juga dapat ditangkap secara keseluruhan meskipun sedikit paksaan, dan materi yang disapaikan bisa terselesaikan tepat waktu. 

Semua dosen memiliki ciri khasnya masing-masing. Seperti dosen yang santai, cara mengajarnya cenderung nyantai tapi serius. Maksudnya, materi yang diberikannya dalam kelas tidak mulu-mulu tentang makalah, presentasi, dan tugas mematikan. Mereka biasanya memberikan tugas yang menyenangkan mahasiswanya, seperti tugas membuat video, vlog, dan wawancara. Selain itu, dosen ini juga menyukai humor. Mereka dapat membuat suasana kelas menjadi tidak monoton dan gersang. 

Dalam satu kampus, ada berbagai macam dosen dengan berbagai macam style. Dengan adanya dosen killer misal, mereka justru memberikan dongkrakan keilmuan besar bagi mahasiswanya. Dengan sistem pembelajaran yang serius, akan dapat membuat mahasiswa selalu fokus pada mata kuliahnya. Pemberian soal-soal yang sulit justru dapat membuat mahasiswa menjadi berpengetahuan luas. Inilah yang membuat dosen killer disegani. Dosen ini juga tergolong dalam jajaran dosen yang patuh dan menyukai kepatuhan. Jadi tidak heran jika mereka ingin mahasiswanya patuh terhadap aturan. Ini bertujuan supaya mahasiswa menjadi pribadi yang baik. 

Pada dasarnya, semua dosen itu sama. Mengenai dosen killer, predikat killer hanyalah prespektif mahasiswa. Tidak semua mahasiswa memiliki pandangan yang sama mengenai hal ini. Baik dosen killer maupun dosen nyantai, mereka memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan ilmu kepada mahasisanya.

Post a Comment

0 Comments